Memotret Kelenteng Sam Poo Kong dari Sisi Foto Jurnalistik
Kamis, 6 Oktober 2016 | 10:08 WIB

SM 06_10_2016 Memotret Kelenteng Sam Poo Kong dari Sisi Foto Jurnalistik

Setelah setengah semester mengikuti mata kuliah foto jurnalistik, sebanyak 20 mahasiswa Program Studi (Progdi) Komunikasi Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK) Unika Soegijapranata ditugaskan praktik ilmu yang diterimanya selama di bangku kuliah.

Para mahasiswa itu diberi tugas untuk memotret lingkungan Wisata Kelenteng Sam Poo Kong. Mereka diharuskan memotret dari sisi jurnalistik, sehingga mampu menghasilkan sebuah karya foto jurnalistik.

’’Kalo sekadar motret menghasilkan sebuah foto, tentunya bisa dilakukan setiap orang. Tapi mereka harus mampu menghasilkan sebuah foto yang mampu memenuhi kriteria sebuah foto jurnalistik,’’ kata Dosen Mata Kuliah Foto Jurnalistik Simon Dodit saat mendampingi kuliah praktik,
Selasa (4/10).

Sementara itu, menurut Koordinator Mata Kuliah Foto Jurnalistik, Vincentia Anda, selama mengikuti kuliah praktik itu, mahasiswa bebas menentukan tema yang akan diambil. Hal ini untuk memberi kebebasan para mahasiswa dalam menangkap semua objek yang ada di lingkungan
salah satu lokasi wisata kebanggaan warga Kota Semarang itu.

Belum Sempurna
’’Dari enam kali pertemuan di bangku kuliah. Kami berharap mereka bisa mempraktikkannya di lapangan. Meski saya kira tidak bisa sepenuhnya sempurna seperti karya seorang pewarta foto,’’ kata Vincentia.

Lebih lanjut dikatakan Simon Dodit, hasil foto dari perkuliahan ini selain sebagai penilaian untuk ujian tengah semester (UTS), juga untuk memotivasi para mahasiswa dalam mempelajari fotografi jurnalistik. Para mahasiwa umumnya masih asing dengan bidang fotografi jurnalistik, sehingga masih perlu banyak belajar.

”Kuliah praktik di lapangan juga untuk melatih mental dan keberanian mahasiswa di depan publik. Bila ingin jadi seorang jurnalis foto harus berani tampil di depan, memotret momen yang terjadi,’’ katanya.

Menurut dia, dari hasil foto yang dihasilkan tentunya masih banyak kekurangan dan belum sesuai harapan, tapi setidaknya para mahasiswa sudah mulai senang diajak ke lapangan dan ke depan bisa menghasilkan karya foto jurnalistik yang lebih baik lagi. (Suara Merdeka 6 Oktober 2016, hal. 28, http://berita.suaramerdeka.com)

Kategori: