Lima Mahasiswi Unika Ikut Sumbangkan Dua Medali PON XIX
Kamis, 6 Oktober 2016 | 15:41 WIB
SM 06_10_2016 Lima Mahasiswi Unika Ikut Sumbangkan Dua Medali PON XIX

Empat dari lima mahasiswi Unika Soegijapranata yang ikut berkontribusi dalam perolehan medali Emas dan Perak kontingen Jawa Tengah pada PON XIX Jawa Barat 2016 beberapa waktu lalu, di kampus setempat, Kamis (6/10).

Lima mahasiswa Unika Soegijapranata pada perhelatan PON XIX Jawa Barat, beberapa waktu lalu ikut menyumbang satu emas dan satu perak pada dua cabang olahraga (cabor) yang berbeda untuk kontingen Jawa Tengah. Satu Emas yang diraih cabor Bola Basket Putri Jawa Tengah merupakan bagian dari kontribusi empat mahasiswa kampus tersebut.

Empat mahasiswa tersebut antara lain, Mariam Ulfah, Ratnani Ayu Pertiwi, Dyah Lestari dan Yuni Anggraini. Keempatnya merupakan mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Hukum dan Komunikasi. Ulfah dan Yuni tidak hanya pertama kali ini ikut berkontribusi dalam perolehan medali Emas PON XVIII Riau 2012 lalu untuk cabor yang sama.

“Empat dari 12 pemain tim bola basket putri Jawa Tengah merupakan mahasiswa Unika. Medali Emas ini mempertahankan prestasi pada pelaksanaan PON sebelumnya,” kata Ulfah di Kampus Unika Soegijapranata, Kamis (6/10).

Keempat mahasiswa yang bergabung dalam club Bola Basket Sahabat itu mengikuti seleksi tim sejak 2014 lalu try out pada 2015 di Malaysia. Selama PON XIX Jawa Barat 2016, lawan terberat menurut mereka adalah tim Bola Basket putri Provinsi Bali pada perempat final.

“Kami berharap pembibitan atlet bola basket putri terus bisa berjalan. PON XX Papua 2020 saya sudah tidak diperkenankan lagi bermain, Ratnani dan Dyah masih bisa dan diharapkan kembali menyumbangkan Emas untuk Jawa Tengah,” tuturnya.

Sedangkan satu medali perak untuk cabor Taekwondo, mahasiswi Unika Soegijapranata Reza Pradipta Ardyanti juga ikut berkontribusi di kelas Poomsae. Mahasiswi Program Studi Arsitektur Semester 3 itu mengaku sejak kelas 3 SD sudah menekuni olahraga beladiri tersebut.

“Kami menyumbangkan medali perak kelas Poomsae beregu putri setelah kalah skor dari tuan rumah Jawa Barat. Jurus pertama sempat unggul penilaiannya tapi jurus kedua karena harus mengulang nilainya turun sehingga kalah dari tuan rumah,” paparnya.

Dara yang mengaku selalu menyempatkan membuat tugas kampus saat ada waktu luang itu hanya bertanding di kelas Poomsae. Kelas ini dinilai dari performa, jurus, ketepatan pukulan dan tendangan, ekspresi serta kekompakan.

Atlit Kota Semarang yang kini bergabung dalam Hwarang Taekwondo Club itu mengaku, pernah mencoba kelas Kyourgi (bertarung) saat usia masih 10 tahun tapi kurang mantap. Pada kelas itu, seorang atlit Taekwondo harus menjaga berat badan karena kelas yang dipertandingkan sesuai berat badan. “Selain badan sering memar-memar karena kontak fisik,” tambahnya.

Sementara Kepala UPT Kemahasiswaan Unika Soegijapranata Agustinus Eko menyatakan, keempat mahasiswi dari cabang Bola Basket kebetulan merupakan anak-anak penerima beasiswa penuh. Sedangkan untuk cabang olahraga lain apakah akan diberi apresiasi dari universitas atau tidak, belum diketahuinya.

“Biasanya Rektor memberi penghargaan pembebasan uang kuliah pokok atau SKS,” jelas Agus yang menyebut kemungkinan ada mahasiswa Unika yang lainnya yang berangkat ke PON tapi karena tidak melapor ke Universitas sehingga kurang terdata. (http://berita.suaramerdeka.com)

Kategori: