Kisah Inspiratif dr. Gamal
Senin, 17 Oktober 2016 | 14:47 WIB

dr-gamal2Dalam rangka merealisasikan program dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) Unika Soegijapranata mengadakan program Gen-Ed (General Education) yang bertujuan untuk pengembangan karakter mahasiswa selama menempuh pendidikan di universitas dengan salah satu rangkaian acaranya mengadakan talkshow yang menghadirkan seorang tokoh inspiratif yaitu dr. Gamal Albinsaid (50 Most Impactful Social Innovator).

“Dipilihnya dr. Gamal Albinsaid sesuai dengan motto yang dimiliki oleh Unika sendiri “Talenta Pro Patria et Humanitate” yang berarti bakat yang dimiliki diabdikan untuk Tanah Air dan Kemanusiaan. Harapannya kisah inspiratif dr. Gamal dapat menginspirasi mahasiswa atau lulusan Unika dalam menapaki kariernya kelak yang memiliki keberpihakan pada orang yang memiliki keterbatasan”. jelas Dr. A. Rika Pratiwi. Msi sebagai Ketua LP3 Unika Soegijapranata.

Acara yang dilaksanakan pada hari Sabtu (15/10) bertempat di ruang teater gedung Thomas Aquinas, Unika Soegijapranata ini  mengambil tema “Pemikiran dan Implementasi untuk Negara dan Bangsa”, dan dihadiri oleh kurang lebih 150 mahasiswa.

 Selesaikan 2 problematika secara Bersamaan

  1. Gamal Albinsaid lahir dan tinggal di kota Malang. Ia menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Kedokteran di sebuah perguruan tinggi di Malang. Dalam perjalanan hidupnya, ia mendirikan sebuah wirausaha yang berbasis sosial, yang didirikan pada tahun 2011 dan mulai mengalami eksplorasi pada tahun 2013. Dalam rentang 2,5 tahun, 41 penghargaan internasional telah diraih dr. Gamal dalam kaitannya dengan “Klinik Asuransi Sampah”, satu diantaranya adalah penghargaan dari Kerajaan Inggris yang diserahkan oleh Pangeran Charles.

”Klinik Asuransi Sampah merupakan suatu wirausaha sosial yang berusaha untuk menyelesaikan 2 problematika pada waktu yang bersamaan yaitu kesehatan dan lingkungan, “ tutur dr. Gamal.

Adalah kisah nyata dari seorang anak pemulung yang menjadi salah satu motivasi bagi dr. Gamal untuk mendirikan “Klinik Asuransi Sampah”, Anak itu bernama Khairunissa, penghasilan ayahnya Rp10.000/hari. Suatu hari, Khairunissa sakit diare akan tetapi karena ayahnya tidak memiliki cukup uang, ia tidak bisa pergi berobat dan hari-harinya sambil menahan sakit ia menemani ayahnya memulung di gerobak sampah milik ayahnya. Hingga pada tanggal 5 Juli 2005, Khairunissa meninggal dunia tepat di gerobak sampah milik ayahnya. Hal lain berdasarkan data, ada 9 juta  anak balita yang meninggal dikarenakan keterlambatan dalam pelayanan kesehatan.

Klinik sampah ini juga dilatarbelakangi dari 60% dari penduduk Indonesia yang tidak memiliki asuransi kesehatan. Jadi, kalau semisal orang memiliki uang sebesar Rp1.000.000,00 bagi yang kurang mampu hanya memakai 1,6% saja untuk kebutuhan kesehatan.

Selain klinik asuransi sampah, masih banyak lagi  program yang telah dikembangkan dr. Gamal beserta teman-temannya yang berbasis inovasi kesehatan misalnya asuransi untuk peternak, pinjaman tanpa bunga, sabuk bayi pintar, dan maternity center.

“Ada 3 pesan yang dapat saya tarik dari setiap pengalaman hidup saya. Pertama, setiap masuk dan mendalami suatu bidang, kita harus bertanya pada diri kita sendiri apakah ini merupakan bidang yang kita sukai atau tidak. Karena kalau kita dapat menjalankan hobi menjadi pekerjaan sangatlah menyenangkan. Kedua, apabila mencoba sesuatu lalu gagal, biasanya orang tidak putus asa untuk mencoba namun bagi saya pada titik tertentu kita harus menyadari bahwa ini bukan bidang kita sehingga pastikan bidang itu kita sukai dan kuasai. Yang ketiga, buat apa kita sukses seorang diri, sedangkan orang di sekeliling kita tetap menderita misalnya saja perusahaan yang sukses akan tetapi karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut hidupmya menderita” papar dr. Gamal tentang 3 hal yang harus diperhatikan dalam meniti karir dan kesuksesan. (Cal)

Kategori: ,