Jempol dan Telunjuk Ratusan Mahasiswa Unika Tiba-tiba Menempel dan Tidak Bisa Lepas
Kamis, 6 Oktober 2016 | 10:53 WIB
TRB 05_10_2016 Jempol dan Telunjuk Ratusan Mahasiswa Unika Tiba-tiba Menempel dan Tidak Bisa Lepas

Adi W Gunawan berbicara di hadapan mahasiswa Unika dalam kegiatan seminar di Ruang Teater Thomas Aquinas, Unika, Semarang, kamis (5/10/2016)

Toko Buku Gramedia menggelar Gramedia Back to Campus di Gedung Thomas Aquinas, Unika Soegijapranata, Rabu (5/10/2016).

Kegiatan tersebut diramaikan dengan berbagai permainan, bazaar buku, dorpize vocer, hingga seminar Inspiring Your Mind, Get The Best Achievement.

Dalam seminar tersebut, Gramedia menghadirkan pakar teknologi pikiran Adi W Gunawan untuk membangkitkan pikiran bawah sadar ratusan mahasiswa yang mengikuti seminar di Ruang Teater Thomas Aquinas tersebut. Pimpinan Institute of Mind Technology tersebut menjelaskan bagaimana alam bawah sadar bekerja.

“Alam bawah sadar itu terbentuk sejak manusia masih berada dalam kandungan, jadi hati-hati wanita saat hamil, apa yang akan dirasakan, suasana hati, ucapan, janin juga merasakan dan tertanam di alam bawah sadar mereka,” terang Adi dihadapan audience yang memenuhi ruang teater.

Dalam kesempatan itu, ia juga mempraktikan bagaiman hipnosis bekerja kepada seluruh peserta. Pria yang juga seorang penulis buku itu meminta seluruh orang yang ada untuk duduk rileks, fokus dan mendengarkan instruksinya dengan benar. Setelah itu, ia meminta audience untuk mengatupkan jari telunjuk danjempol.

“Ijinkan sugesti saya masuk, karena jika tidak diijinkan hipnosis tidak akan bisa bekerja,” terangnya. Ia kemudian memberikan sugesti massal dihadapan ratusan orang bahwa jempol dan telunjuk yang mengatup sudah lengket dengan lem, sehingga tidak bisa dipisahkan

Hampir semua penonton meresapi sugesti tersebut sehingga selama beberapa detik mereka merasakan telunjuk dan jempol menyatu.

“Itulah betapa kuatnya sugesti, jadi jangan sembarangan berbicara, kalian bicara duh ujiannya susah, skripsinya banyak revisi, itu tertanam dalam alam bawah sadar” beber pria berambut putih tersebut.

Di lain sisi, Assisten Manajer Marcom Gramedia Pusat, Sugiarta menjelaskan melalui kegiatan ini ingin mengajak mahasiswa untuk memotivasi diri dan mengoptimalkan diri sehingga bisa meraih segala impiannya.

“Kami pilih mahasiswa karena banyak sekali problematikanya, misalnya awal masuk kuliah, mereka kadang ada yang merasa salah jurusan, dengan ini kami ingin menjawab problematika tersebut,” bebernya. (http://jateng.tribunnews.com)

Kategori: