Gamal Kenalkan Asuransi Sampah untuk Berobat
Kamis, 20 Oktober 2016 | 8:52 WIB

WWS_18_10_2016  Gamal kenalkan Asuransi Sampah untuk Berobat

SEMARANG — Persoalan kesehatan dam sampah menjadi dua hal yang kini dihadapi pemerintah dan masyarakat, namun melalui Asuransi Sampah, kedua persoalan tersebut bisa diatasi sekaligus. Caranya, sampah daur ulang yang dapat dikumpulkan sendiri oleh keluarga, ditukarkan dengan kartu berobat melalui program Klinik Asuransi Sampah, yang digagas dr Gamal Albinsaid.

"Jika kita umumnya membayar premi asuransi kesehatan menggunakan uang, kini uang tersebut kita ganti dengan sampah daur ulang senilai Rp 10 ribu. Itu bisa 5 kilogram kardus atau dua kilogram plastik daur ulang," papar dr Garnal Albinsaid, pendiri Indonesia Medika dalam Gen-Ed (General Education)yang digelar Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) Unika Soegijapranata, Semarang, Sabtu (15/10).

Melalui asuransi sampah tersebut, warga bisa berobat ke Klinik Asuransi Sampah yang tersebar di beberapa kota seperti Malang, Bogor, Medan, Balikpapan, hingga Banjarmasin. Melalui bendera Indonesia Medika yang didirikannya. Gamal tidak hanya bergerak di bidang kesehatan namun juga bantuan keuangan bagi mereka yang membutuhkan. "Kita ada program donasi Ayo Tolong, ini dikhususkan bagi masyarakat yang kekurangan dana untuk berobat atau menjalani operasi yang sifatnya mendesak. Kita memanfaatkan jaringan dan media sosial untuk penggalangan dana. Selain itu juga ada program kredit modal usaha tanpa bunga. Jadi semisal pinjam Rp 5 juta, nanti akan dikernbalikan Rp 5 juta," terangnya.

Visi Kemanusiaan
Visi kemanusiaan yang digagas dan dijalankannya, membuat dokter muda ini menerima berbagai penghargaan internasional, hingga tampil sebagai motivator dalam berbagai kesempatan.Tercatat sebanyak 41 penghargaan intemasional telah diraihnya terkait "Klinik Asuransi Sampah", satu diantaranya adalah penghargaan dari Kerajaan Inggris yang diserahkan langsung oleh Pangeran Charles.

Kepala LP3 Unika Dr Alberta Rika Pratiwi MSi menjelaskan, melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendidikan karakter mahasiswa. "dr Camal ini bisa meniadi contoh anak muda yang berhasil, tidak hanya mengabdikan diri untuk tanah air juga kemanusiaan. Ini sesuai dengan motto yang dimiliki oleh Unika “’Talenta Pro Patric et Humanitate" yang berarti bakat yang dimiliki diabdikan untuk tanah air dan kemanusiaan. Kisah inspiratif ini kita harapkan dapat menginspirasi mahasiswa atau lulusan Unika, dalam menapaki karier sehingga memiliki kebepihaan pada orang yang memiliki keterbatasan," tandasnya. (Wawasan 18 Oktober 2016, hal. 11)

Kategori: