Energi Musik Pengaruhi Psikologi
Kamis, 27 Oktober 2016 | 12:32 WIB

WWS 27_10_2016 Energi Musik Pengaruhi PsikologiBENDAN DHUWUR – Seluruh isi dari alam semesta yang terbentuk dari energi-energi menciptakan hubungan yang berkaitan, sehingga timbul saling ketergantungan. Energi ini tersalurkan melalui frekuensi atau gelombang, yang mampu mempengaruhi sekitarnya.

"Bunyi merupakan ekspresi dari energi. Tubuh manusia terdiri dari sistem energi, maka tubuh akan dipengaruhi oleh berbagai jenis energi. Seperti frekuensi dari warna, elektromagnetik dan lainnya. Getaran tersebut dapat bermanfaat bagi tubuh, namun juga bisa merusak sistem yang telah ada," papar Rektor Institut Musik Daya Indonesia Prof Tjut Nyak Devina Daudsjah, dalam seminar "Pengaruh Genre Musik terhadap Psikologi Manusia", yang digelar Fakultas Bahasa dan Seni Unika Soegijapranata di ruang Theater Thomas Aquinas, Rabu (26/10).

Melalui paparannya, peraih gelar doktor musik edukasi Universitaet Luzern Swiss tersebut menjelaskan awal mula musik muncul, hingga manfaatnya untuk therapi proses penyembuhan. "Sejarah terapi musik sudah ada sejak kebudayaan Mesir Kuno sekitar 4000 Sebelum Masehi, demikian juga pada kebudayaan India, yang mengenal tradisi Vedid, yakni penyembuhan dengan menggunakan kekuatan suara dan intonansi melalui chant dan rhythm," tandas wanita yang juga Ketua Perancang Program Terapi Musik Nasional bagi anak dengan kebutuhan khusus tersebut.

Mempengaruhi
Dikatakan, manfaat terapi musik di bidang kesehatan di antaranya menstimulasi kerja otak, meningkatkan imunitas tubuh, hingga mengalihkan rasa sakit dan nyeri pada pasien kanker.

"Tidak hanya mempengaruhi manusia, musik juga berpengaruh pada tanaman dan hewan. Kita pernah membuktikan sendiri, kita letakkan tanaman didekat piano, dan setiap hari kita mainkan musik positif. Satu tanaman lagi kita letakan di piano lainnya, dengan dimainkan musik yang ‘keras’. Hasilnya, yang positif mampu tumbuh dengan baik, lebih cepat tumbuh, sementara tanaman yang satu lama kelamaan justru mati," tandasnya.

Panitia pelaksana seminar Wuryani Hartanto menuturkan seminar tersebut bertujuan menambah wawasan mahasiswa, pemerhati musik, dan masyarakat mengenai dampak jenis musik terhadap perkembangan kejiwaan manusia. "Fakultas Bahasa dan Seni juga perlu memberikan keseimbangan fokus perhatian antara tema kebahasaan dan kesenian," terangnya. (wawasan, 27 Oktober 2016, hal. 20)

Kategori: