Dosen Harus Menulis
Selasa, 25 Oktober 2016 | 15:41 WIB

JTP 25_10_2016 Dosen Harus MenulisTeknologi boleh maju, namun semangat dosen juga harus menunjukkan kualitasnya. Salah satunya soal kesadaran menulis buku.

Selarna ini tanggungjawab dosen selain mengajar juga masih banyak yang diabaikan, yakni menulis buku. "Banyak dosen di Jateng yang kurang berminat menulis baik di jurnal maupun buku. Padahal ini sudah menjadi kwajiban yang digariskan Kemendikbud, kopertis dan kampus," tegas Ketua LPPM Unika, Prof Andreas Lako di sela kegiatan Workhop "Penulisan Buku Referensi’,’ Senin.

Workshop di Gedung Mikael Unika juga dihadiri berbagai dosen dari negeri dan swasta di Jateng. Salah satu pemateri adalah ProfJogiyanto Hartono yang sudah menulis lebih dari 50 buku.

Prof Andreas menegaskan, dosen wajib menulis buku untuk referensi karena dalam akademisi juga ada poin tersendiri dengan bobot nilai sangat tinggi mencapai 40. Fungsi penulisan yang ditulis para dosen nantinya akan dibuat buku untuk referensi masyarakat dan mahasiswa.

"Buku itu isinya tentang riset-riset yang dilakukan dosen dan teori-teori. Ini wajib dilaksanakan, namun banyak yang belum siap dengan alasan sibuk dan lain-lain," jelasnya. Prof Jogiyanto menegaskan, dosen harus punya motivasi menjadi seorang guru besar, punya semangat tinggi. Namun jangan lupa untuk memperkaya penulisan atau referensi agar bermanfaat untuk masyarakat. ( Jateng Pos 25 Oktober 2016, hal. 6)

Kategori: