Abdiku 2016 Psikologi Unika
Rabu, 5 Oktober 2016 | 11:51 WIB

1475065759566Hidup sederhana dan mandiri, itulah ciri-ciri masyarakat desa. Mereka hidup dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia dari alam, dan gotong royong adalah pengikat persaudaraan bagi mereka. Di desa tidak akan ditemui rasa individual yang tinggi, orang tergesa-gesa atau sibuk dengan pekerjaan mereka, dan polusi udara yang mencekik. Yang ada orang masih saling menyapa, udara yang sejuk, serta kondisi yang damai tenang. Itulah gambaran desa yang ditempati oleh para mahasiswa Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata sebagai tempat pengabdian tahun ini.  Pengabdian Psikologi Satu (Abdiku) 2016 yang bertema “STARTED: Psychology Take a Part In Desa” diadakan pada hari Sabtu hingga Minggu (24-25/9) bertempat di Dusun Gempol, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Acara yang diadakan oleh BEMF Psikologi Unika ini merupakan kelanjutan dari PTMB Fakultas Psikologi sebagai acara pengakraban mahasiswa baru.

Acara Abdiku 2016 diawali dengan acara Pra Abdiku yang diadakan pada tanggal 16 dan 17 September di Auditorium Gedung Albertus. Dalam Pra Abdiku, dijelaskan tentang apakah pengabdian itu, kekeluargaan yang ada di Fakultas Psikologi, rasa ingin melayani serta seperti apa kegiatan pengabdian pada tahun-tahun yang lalu. Berbagai permainan dan materi juga semakin menyatukan dan mempersiap para mahasiswa baru dalam masa pengabdiannya saat hari Play tiba.

Pada hari pertama Abdiku, para peserta diajak untuk berkenalan dengan warga desa dan mulai menempati rumah-rumah warga. Mereka berdinamika bersama para penghuni rumah dengan membantu memasak, bersih-bersih, berkebun, dan lain-lain. Setelah itu ada sesi outbond dan pada malam hari ada acara api unggun serta penerbangan lampion.

Pada hari kedua, diisi dengan pengabdian desa di mana para peserta bersama warga desa kerja bakti di desa mereka tinggali. Ada yang membantu meratakan jalan, bersih-bersih desa, dan lain-lain. Setelah saling bergotong royong, dari pihak panitia dan peserta memberikan kenang-kenangan kepada warga desa sebagai bentuk terima kasih karena telah memperbolehkan untuk tinggal dan belajar di dusun Gempol tersebut. “Banyak pelajaran yang didapat dari kegiatan Abdiku kali ini, karena mengajarkan kemandirian, peduli, dan mau melayani kepada siapapun itu,” jelas salah satu peserta .(Dns)

Kategori: ,