Peduli Lingkungan dengan Kreativitas Ala Mahasiswa Unika
Senin, 26 September 2016 | 9:36 WIB

SM 26_09_2016 Peduli Lingkungan dengan Kreativitas Ala Mahasiswa UnikaSebagai bentuk kepedulian mahasiswa Unika Soegijapranata terhadap lingkungannya, menggelar Green Creativity Campus in Carnival ‘The Beauty of Recycling Carnival’ di Gedung Rimba Graha dan area Car Free Day (CFD). Ketua Panitia Green Creativity Campus (GCC) in Carnival Naila Nurina Putri menyatakan, selama ini menggelar GCC di area kampus dengan program-program ramah lingkungan.

“Baru kali ini kami menggelar GCC di luar kampus dengan peragaan baju dari bahan barang bekas dan diperagakan model karnaval. Kegiatan ini sebagai perlindungan lingkungan dengan mengurangi limbah dan sampah yang tidak bisa didaur ulang,” kata Naila saat ditemui di Gedung Rimba Graha, Minggu (25/9).

Baju bekas dari bahan barang bekas lanjutnya, selain diperagakan dengan model karnaval di area CFD juga dilombakan. Pesertanya tidak hanya dari kalangan mahasiswa Unika Soegijapranata tetapi juga dari kalangan umum mulai dari SMP, SMA dan Universitas.

“Untuk peserta dari internal Unika Soegijapranata kami sudah menyiapkan tujuh kostum yang dibuat dari barang-barang bekas dan mereka tidak dinilai oleh dewan juri. Peserta dari umum ada 11, mereka akan memperebutkan juara 1, 2 dan 3, Best Make Up dan Best Kostum,” tuturnya.

Selain kegiatan-kegiatan tersebut diatas, mahasiswa Unika Soegijapranata yang tergabung dalam UKM Soegijapranata Eco Life (SEL) juga memberikan penyadaran kepada masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Aksi nyata tersebut dilakukan dengan memungut sampah yang dibuang sembarang tempat oleh masyarakat di area CFD dan sekaligus memberi edukasi kepada warga.

Ketua UKM SEL Ilham Riski menyatakan, pada tahun-tahun sebelumnya sudah melakukan berbagai kegiatan sebagai bentuk kepedulian lingkungan di kampus. Diantaranya Unika Gembes Day, Unika Bebas Sampah dan Unika Cabut Paku. Tujuannya ingin menjadikan kampusnya sebagai green kampus dan bebas sampah.

“Kami ingin aksi-aksi nyata ini juga diikuti warga masyarakat Kota Semarang. Persiapan kegiatan ini selama satu tahun dan pada saat pelaksanaan masyarakat antusias, lebih dari yang kami kira,” tambah pria yang menyebut acara ini didukung Disbudpar Kota Semarang.

Sementara itu pembimbing UKM SEL Hotmauli Sidabalok menambahkan, UKM yang dibimbingnya punya konsern pada perlindungan lingkungan. Perlindungan lingkungan ini mempunyai tahap-tahapan, mulai dari penyadaran diri, terhadap teman sebaya (peer grup), kampus dan masyarakat secara lebih luas.

Program GCC Gembes Day misalnya yang mewajibkan mahasiswa membawa tempat air minum (Gembes), ternyata diluar dugaan ditanggapi pihak Universitas dengan memberikan titik titik air minum yang bisa diakses secara gratis.

“Kami sempat kebingungan mencari tempat untuk karnival, lalu ada pemikiran kenapa tidak sekalian memanfaatkan area CFD yang konsepnya juga untuk menjaga keseimbangan alam dengan melarang kendaraan bermotor melintas dari pukul 06.00 sampai 09.00 WIB,” papar dosen di Magister Lingkungan dan Perkotaan tersebut. (http://berita.suaramerdeka.com)

Kategori: