Jadi Garam dan Terang
Senin, 5 September 2016 | 9:36 WIB

RobikMenjadi  Garam dan Terang, itulah motto hidup dari seorang Robik Anwar Dhani. Wanita Kelahiran Ngawi, 23 Mei 1991 ini memang terinspirasi dari perkataan Nabi Isa yang mengatakan seperti hal tersebut. Ia ingin kelak  ketika sudah terjun dalam dunai Profesi Psikologi dapat menjadikan dirinya Garam dan Terang bagi lingkungan sekitarnya.

“ Saya suka akan filosofi itu, karena garam itu kan memberikan rasa. Jadi dimanapun kita berada, hendaklah berusaha memberikan  rasa terhadap lingkungan. Terang dunia berarti sebagai manusia hendaknya kita bisa memberikan pencerahan kepada orang lain yang membutuhkan. Seperti lilin yang memberikan cahaya ketika gelap, meski cahaya yang diberikan lilin tidak seterang cahaya lampu tetapi lilin dapat membantu memberikan secercah cahaya dalam kegelapan. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain”

Dari Filosofi itulah yang membawanya untuk mendapatkan gelar Magister Profesi Psikologi khususnya dibidang klinis anak. Wanita yang akrab disapa Robik ini ingin mengabdikan dirinya untuk Anak-anak berkebutuhan khusus. Dengan mengabdi dalam dunia ini, secara tidak langsung ia sudah menerapkan Motto hidupnya tersebut. Dengan judul Tesis  “Pengaruh Terapi Gerakan Tari dalam Menurunkan Hiperaktivitas Anak ADHD” berhasil mengantarkannya menjadi seorang Magister Profesi Psikologi.

“ Saya sangat menyukai dunia anak-anak, saya melihat anak berkebutuhan khusus perlu bimbingan yang berbeda dari anak-anak lainnya. Mereka membutuhkan perhatian lebih dan memerlukan pendampingan ekstra, selain itu dengan menggunakan terapi gerakan tari saya ingin memperkenalkan Gerakan Tari yang dimasukan dalam terapi bagi Anak ADHD. Saya tertarik dengan dunia tari dan memasukannya dalam terapi, dan hasilnyapun cukup baik” ungkapnya.

Peraih IPK 3,90 ini tidak hanya aktif dalam bidang akademik saja, namun juga melakukan beberapa kegiatan yang bermanfaat,

“Selain sibuk dengan tesis, hingga sekarang saya masih melakukan kegiatan yakni menjadi home therapist untuk anak ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) dan juga sebagai Shadow Teacher salah satu sekolah di Kota Semarang. Saya mencoba untuk mengembangkan ilmu yang saya miliki kepada masyarakat dan sekaligus juga dapat menunjang studi saya serta juga menjadi sarana untuk mempraktekkan apa yang saya peroleh selama studi” jelasnya.

Dunia Klinis Anak memang sangat digemarinya dalam dunia Ilmu Psikologi, dan ia memilih Psikologi Unika sebagai tempat untuk memperdalam ilmu mengenai mayor klinis anak serta minor pendidikan. Ia mengemukakan berbagai alasannya mengapa memilih unika sebagai untuk studinya,

“Saya memilih Unika sebagai tempat menimba ilmu karena saya terinspirasi dari pelindung kampus ini, yakni Mgr. Soegijapranata yang memiliki keberpihakan kepada kaum miskin sederhana. Selain itu, Visi Misi yang terdapat dalam Program Magister Profesi Psikologi juga sesuai dengan visi misi saya selama menimba studi. Dan juga pemilihan lokasi pula, karena Unika Soegijapranata dekat dengan daerah asal saya yakni di Ngawi, Jawa Timur” tuturnya.

Wanita penggemar hobi menulis ini juga mengungkapkan harapan akan keberlangsungan kehidupannya setelah menyelesaikan studi di Program Magister Profesi Psikologi,

“Ketika saat ini saya sudah menyelesaikan studi ini, saya berharap bisa menjadi seorang pengajar dan psikolog klinis anak yang bergerak di bidang pendidikan. Karena sebagai seorang psikolog saya merasa memiliki tanggung jawab dalam upaya pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, cerdas dan berkarakter sebagaimana diungkapkan dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, serta Pengabdian pada masyarakat” tandas Robik. (Ign)

Kategori: ,