Hanya Usaha Keras
Selasa, 6 September 2016 | 17:34 WIB

kinantiKinanti Widyaningsih, atau biasa dipanggil Kiki merupakan salah satu lulusan terbaik Unika Soegijapranata dari Fakultas Psikologi program studi Psikologi. Putri dari pasangan (alm) Soekojuwono dan Sri Marginingsih meraih IPK 3,89 dan lulus dengan pujian. Alumni SMA Kolese Loyola kelahiran Jakarta, 5 Januari 1994 ini mengangkat judul skripsi “Fenomena Orang Dewasa yang Belum Menikah” karena ia melihat bahwa streotip orang dewasa jaman sekarang yang belum menikah disebabkan karena keadaan mereka yang sudah sukses, mapan sehingga mereka “lupa” untuk mencari pendamping hidup. Padahal menurut penuturannya, orang dewasa jaman sekarang memiliki alasan lain yang melatarbelakangi mengapa mereka belum menikah, bukan hanya sekedar belum mendapat jodoh. Banyak suka duka yang ia alami selama proses pembuatan skripsi tersebut. Contohnya seperti saat proses bimbingan skripsi dengan dosen yang berakhir dengan revisi berkali-kali. Kiki menyebutkan bahwa proses pembuatan skripsi sangat mengajarkan “ketangguhan dan kesabaran”.

Selain prestasi akademik yang gemilang, Kiki ternyata aktif di organisasi kampus. Ia ingin membuktikan bahwa aktif berkegiatan tidak akan mengganggu proses perkuliahan yang ia jalani sehingga dapat seimbang antara softskill dan hardskill. Di masa awal kuliah, Kiki mendaftar menjadi Senat Muda Fakultas Psikologi periode 2012/2013 yang kemudian berlanjut menjadi sekretaris Senat Mahasiswa Fakultas Psikologi periode 2013/2014. Ia juga merupakan anggota dari GLORY 5 dan menambah pengalaman menjadi Co-Trainer ATGW 2013. Kiki dan beberapa rekannya juga sempat mendapat kesempatan mewakili Unika dalam ajang London International Model United Nations (LIMUN) yaitu simulasi sidang PBB yang diadakan di London, Inggris.

Ketika ditanya apa saja tips-tips agar bisa menjadi lulusan terbaik seperti dirinya, ia mengatakan bahwa menjadi lulusan terbaik Unika sudah merupakan tujuan awal ketika masuk kuliah. Karena sudah menjadi tujuan awal maka ia berjuang dan berusaha keras agar tujuan awalnya tersebut dapat terwujud, dengan cara mengerjakan segala sesuatu dengan maksimal dan tidak menyepelekan hal sekecil apapun. Ia juga berusaha mengalahkan egonya dan mengatakan bahwa masih banyak orang di luar sana yang lebih pintar dan cerdas darinya. Kuncinya hanya berusaha dengan keras, rajin, ulet, dan tekun dengan tetap meminta penyertaan dan pertolongan dari Tuhan. Pemilik motto hidup “Apapun yang kamu lakukan, perbuatlah itu untuk memuliakan nama Tuhan” ini memutuskan untuk melanjutkan kuliah S2 Psikologi di Unika karena ia ingin memenuhi cita-citanya menjadi seorang dosen dan psikolog.(dns)

Kategori: ,