Ekonom: Pertumbuhan Ekonomi Jangan Andalkan Upah Murah
Rabu, 21 September 2016 | 10:22 WIB

Adanya relokasi industri dari Jawa Barat dan Jakarta ke Jawa Tengah mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi provinsi ini yang dipimpin Gubernur Ganjar Pranowo tersebut.

Terbukti, angka pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah bisa mencapai lima persen, angka itu disebut lebih tinggi bila dibanding pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun demikian, Pengamat Ekonomi Univesitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang Ika Rahutami, Senin (19/9) mengatakan, pertumbuhan ekonomi Jateng masih kalah jika dibanding provinsi tetangga misalnya Jawa Barat atau Jawa Timur.

Oleh hal itu pihaknya berharap, pemerintah tidak menggantungkan pertumbuhan ekonomi lewat upah buruh yang murah.

Menurut Ika, faktor pendorong ekonomi Jawa Tengah masih karena murahnya upah pekerja. Apabila daerah lain mampu menawarkan upah pekerja lebih murah dibanding Jateng maka provinsi ini akan turun angka pertumbuhan ekonominya.

“Artinya kalau provinsi lain mampu bergerak lebih cepat maka Jawa Tengah pun harus bisa. Kekuatan utama ekonomi jawa tengah ditopang upah buruh yang rendah dibandingkan provinsi lain. Sehingga banyak relokasi industri yang lari ke Jawa Tengah, namun perlu diingat industri tersebut juga akan berpindah lagi ke daerah dengan upah yang lebih rendah,” ujarnya.

Ika menambahkan Jawa Tengah memilik potensi lain untuk menumbuhkan ekonomi selain dari sektor industri.

potensi lain yang bisa dikembangkan untuk mengejar pertumbuhan ekonomi dengan daerah lain adalah mengangkat sektor pariwisata dan pertanian. Kat Ika, kedua sektor itu bisa menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah di masa mendatang. (http://www.radioidola.com)

Kategori: