Dosen Diharapkan Punya Jiwa Spiritual
Rabu, 21 September 2016 | 13:35 WIB

JTP 16_09_2016 Dosen diharapkan punya jiwa spiritual Dosen diharapkan tidak hanya mengembangkan kemampuannya mengenai kekuatan akal dan jasmani saja. Dosen juga harus punya potensi spiritual dalam mengajar dihadapan para mahasiswanya tanpa ada maksud lain.

“Dosen harus sadar memberikan model pendidikan yang bisa mengembangkan pola pikir mahasiswa maju. Bila kita punya jiwa spiritual yang bagus, maka dalam mengajar akan selalu didasari dengan perasaan sabar dan ikhlas,” terang Pengamat Pendidikan yang juga Ketua Harian Komisi Nasional untuk Unesco, Prof Dr Arief Rachman MPd saat memberikan motivasi para dosen Unika di acara Seminar “The 2nd Academic Recharging” The: Truth of Education Intelligence Plus Character di Gedung Thomas Aquinas Unika, Rabu (14/9) kemarin.

Pria yang juga Gubes Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini berpendapat, seorang dosen memang diharuskan profesional punya nilai, kebiasaan, ilmu, keterampilan. “Dia pun juga harus siap menerima kritik bila mahasiswanya memberikan nasehat dan masukan,” ujarnya dalam seminar yang
juga dihadiri Rektor Unika Prof Budi Widianarko.

Prof Arief pun juga mendapat tanggapan dari para dosen Unika yang selama ini sering berhadapan dengan mahasiswanya. “Sering saya alami, antara sabar dan waktu membuat saya sering terganggu dalam aktivitas di kelas. Bagaimana yang harus saya lakukan mengatur antara sabar dan waktu,” tanya Ike, Dosen FEB Unika.

Prof Arief menegaskan, mestinya semua dosen sebelum aktivitas harus punya rencana waktu. “Bila ada jam mengajar, rumahnya jauh. Mestinya ada
rentang waktu dua jam dari rumah dan jangan berangkat kerja mepet,” tandasnya.

Seminar kemarin juga menghadirkan Wakil Rektor Unika Bidang Akademik Dr Augustina Sulastri yang memaparkan tentang menyelamatkan masa depan pendidikan tinggi penting dan itu bagian tanggungjawab juga para dosen. (JATENG POS Jumat, 16 September 2016, hal. 2)

Kategori: