Unika Tandatangani MOU dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah
Selasa, 2 Agustus 2016 | 8:12 WIB
SM 01_02_2016 Unika Tandatangani MOU dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah

Nota kesepahaman ditandatangani oleh Rektor Unika Soegijapranata dengan Gubernur Jawa Tengah yang diwakili oleh Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Budi Wibowo, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang diwakili wakil Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu dan Bupati Kendal yang diwakili oleh wakil Bupati Kendal Masrur Masykur.

Untuk mewujudkan sinergitas kepentingan bersama dalam meningkatkan penyelenggaraan pembangunan daerah serta lebih mengoptimalkan dan mengembangkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Unika Soegijapranata menandatangani nota kesepakatan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang dan Kabupaten Kendal. Kerjasama ini menurut Rektor Unika Prof Y Budi Widianarko, merupakan kelanjutan yang selama ini dikerjakan di Kabupaten Grobogan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan.“Ini merupakan kelanjutan yang selama ini kami kerjakan di Grobogan dan sekarang meluas di Kabupaten Kendal dan Kota Semarang. Untuk Kota Semarang dari dulu sudah dilakukan tapi kali ini difokuskan pada pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup,”kata Prof Budi usai penandatanganan kerjasama bidang penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan melalui kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, di Gedung Gradika Bakti Praja, Semarang, Senin (1/8).

Mudah-mudahan harapnya, mahasiswa Unika Soegijapranata bisa membantu mengentaskan kemiskinan selama menjalani KKN 21 hari di masing-masing daerah. Mahasiswa sebelumnya dibekali oleh aparat dari desa dan kecamatan untuk orientasi wilayah dan pembekalan hal lain oleh tim Lembaga Penelitian dan Pengabdia Masyarakat Unika Soegijapranata.“Kami berharap mahasiswa bisa menggunakan bekal ilmu yang dibawa di masing-masing jurusan tapi mahasiswa harus adaptif jika tidak ada program yang sesuai dengan latar belakang ilmunya,” tambahnya.

Sebagai buntut reformasi banyak perguruan tinggi swasta yang menghentikan program KKN. Tetapi pihaknya terus mengembangkan dan menemukan bentuknya seperti saat ini. Sebuah keputusan yang bijak sambungnya karena Universitas yang terasing dengan masyarakat bukanlah sebuah universitas.“Universitas hadir untuk menjawab persoalan masyarakatnya. Terjun ke masyarakat bukan sekedar melarikan diri dari aktivitas kampus tapi berbuat sesuatu kepada masyarakat walau sekecil apapun,”tutur Prof Budi.

Kepala Pusat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat LPPM Unika Soegijapranata Rudi Elyadi menambahkan, KKN periode II 2016 ini diikuti 553 mahasiswa dan akan diterjunkan di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan, Kecamatan Gunungpati Kota Semarang dan Kecamatan Pageruyung Kabupaten Kendal.“Mahasiswa melaksanakan KKN yang bertema pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk Kabupaten Kendal, ada pesan khusus dari Bupati Kendal yaitu untuk merubah mindset masyarakat setempat tentang hidup sehat dengan sanitasi dan pendidikan,”paparnya.

Selain memberdayakan masyakat, mahasiswa juga memberdayakan UMKM yang ada di wilayah setempat. Mahasiswa juga diharapkan memberikan informasi program dari mitra-mitra Unika Soegijapranata.

Nota kesepahaman ditandatangani oleh Rektor Unika Soegijapranata dengan Gubernur Jawa Tengah yang diwakili oleh Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Budi Wibowo, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang diwakili wakil Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu dan Bupati Kendal yang diwakili oleh wakil Bupati Kendal Masrur Masykur.

Tautan : http://berita.suaramerdeka.com

Kategori: