Rudi Sebut Mahasiswa Siap Gerakkan UMKM
Selasa, 2 Agustus 2016 | 15:10 WIB

TRBJ 02_08_2016 Rudi Sebut Mahasiswa Siap Gerakkan UMKM

STORY HIGHLIGHTS

  • Unika Soegijapranata melepas 553 mahasiswa untuk melaksanakan KKN di tiga daerah
  • Ketiga daerah tempat KKN itu, yakni Kota Semarang, serta Kabupaten Kendal dan Grobogan
  • Di tempat KKN, mahasiswa siap mendampingi dan menggerakkan UMKM

Unika Soegijapranata melepas 553 mahasiswa untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama 20 hari di tiga daerah, yakni Kota Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Grobogan. Seluruh peserta tersebut dilepas oleh Rektor Unika, Prof Dr Budi Widianarko, di Gedung Gradika Bakti Praja, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Senin (1/8).

Kepala Pusat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Unika Soegijapranata, Rudi Elyadi menjelaskan, selain melepas mahasiswa dalam kesempatan tersebut Unika juga menjalankan penandatanganan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov), serta Pemkot dan Pemkab.

"Sebenarnya kerja sama sudah kami jalin sejak lama karena tim KKN selalu menggandeng mitra Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM), penandatanganan ini hanya untuk memberikan payung hukum," jelas Rudi.

Dalam penandatanganan itu ia menyatakan mendapat pesan dari bupati Kendal untuk memfokuskan kegiatan dari beberapa bidang. "Kalau di Kendal kami diminta fokus untuk mengubah mindset masyarakat tentang pengertian hidup sehat dan memahami pentingnya pendidikan," imbuh Rudi.

Selain berpartisipasi, kata Rudi, mahasiswanya juga akan mempromosikan program-program Pemprov dan daerah. Ia mencontohkan, program kredit bunga rendah Bank Jateng menjadi salah satu yang akan dipaparkan mahasiswa di desa-desa tujuan KKN.

"Jadi KKN ini mereka melihat dan memantau usaha mikro, kecil, dan menengah kemudian KKU (Kuliah Kerja Usaha) nantinya yang akan menindaklanjuti pendampingan peraih modal dari Bank Jateng," beber Rudi.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Biro Humas Setda Provinsi Jawa Tengah, Sinoeng N Rachmadi mengatakan, Pemprov memang melibatkan para mahasiswa yang sedang mengikuti KKN dalam upaya pengentasan kemiskinan. Kegiatannya meliputi sektor pendidikan, pekerjaan umum, sosial, ekonomi, pertanian, serta kebudayaan dan pariwisata.

Lewat kerja sama itu, kata Sinoeng, diharapkan terwujud sinergitas kepentingan bersama dalam meningkatkan penyelenggaraan pembangunan daerah, melalui pemanfaatan database dan mapping kemiskinan Provinsi Jawa Tengah. (Tribun Jateng, 2 Agustus 2016, hal. 10)

Kategori: