Progdi Game Technology Unika Rilis 13 Game
Rabu, 3 Agustus 2016 | 8:14 WIB
SM 02_08_2016 Progdi Game Technology Unika Rilis 13 Game

Mahasiswa Unika Soegijapranata sedang mengembangkan game kreasinya yang baru saja dirilis di kampus setempat, Selasa (2/8)

Program studi (Progdi) Game Technology Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata merilis 13 game, hasil karya mahasiswanya. Menurut Dosen Progdi Game Technology Unika Soegijapranata Dr Ridwan Sanjaya, ada tiga jenis game yaitu: sosial, teknologi dan enterpreneur.

“Dari 13 game yang kami rilis hari ini hanya satu yang termasuk game berlatarbelakang teknologi, sedangkan sisanya sosial. Pada semester ini belum ada mahasiswa yang membuat game berlatar belakang enterpreneur,” kata Ridwan usai launching Game Edukasi Gen- Y di Unika Soegijapranata, Selasa(2/8).

Ia menjelaskan, game entrepreneur adalah game yang mengikuti selera pasar, layak dijual dan membentuk badan hukum. Game enterpreneur ini biasanya benar-benar mencari keuntungan, tetapi diharapkan tetap mengandung unsur pendidikan.”Beberapa game yang dipresentasikan, menggabungkan dari beberapa disiplin ilmu antara lain Kesehatan Gigi dan Psikologi. Pembuat game, melakukan penelitian dengan narasumber-narasumber yang berkompenten,” tuturnya.

Dari 13 game yang dirilis, 10 diantaranya dapat diunduh melalui Play Store dalam android, dua lainnya dapat dimainkan melalui website dan satu dimainkan dengan sensor Raspberry Pi. Game yang merupakan tugas akhir mahasiswa Game Technology, dapat mewarnai game di tanah air. Karena selama ini hanya menjadi konsumen game saja, tetapi tidak pernah membuat game yang berusaha menyelesaikan permasalahan dalam masyarakat.”Game-game tersebut mereka buat berdasarkan keinginan dan ketertarikan masing-masing mahasiswa,” tambahnya.

Satu diantaranya, game kreasi Gunawan Putra Ghozali yang berbasis sensor, game dengan nama ‘Crows Adventure’ memanfaatkan gelombang suara sebagai penggerak karakter. Sensor yang dirancang dengan perangkat komputer mini,
Raspberry Pi menjadi sumber gelombang dan media pemrosesan data.

“Ponsel harus diangkat ke atas jika ingin gagak terbang tinggi dan ke bawah jika ingin terbang rendah. Intinya, ingin membuat sebuah console simple yang bisa mengimplementasikan deteksi gerak,”papar mahasiswa Game Technology Unika itu.

Tautan : http://berita.suaramerdeka.com

Kategori: