Pengentasan Kemiskinan Jadi Pertaruhan
Rabu, 24 Agustus 2016 | 12:37 WIB

Okezone 23_08_2016 Pengentasan Kemiskinan Jadi PertaruhanSejumlah persoalan masih menjadi ganjalan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko. Selama tiga tahun memimpin Jawa Tengah, pasangan yang diusung PDIP ini belum mampu menekan angka kemiskinan.

Angka kemiskinan di Jawa Tengah selama ini naik turun. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng pada Maret 2016, angka kemiskinan di provinsi ini mengalami kenaikan dibanding September 2015. (lihat grafis). Dalam Perda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), seharusnya warga miskin yang ada di Jateng pada 2015 tinggal 9 persen dari jumlah penduduk yang ada. Namun, berdasarkan data BPS, saat ini masyarakat miskin masih 13,27 persen .

Pengamat politik Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang Andreas Pandiangan mengatakan, di sisa waktu dua tahun kepemimpinan Ganjar-Heru ini yang menjadi tantangan adalah pengentasan kemiskinan di Jateng, di tengah kondisi perekonomian yang sedang tidak menentu.“ Saya kira masalah ini yang perlu dikonsentrasikan. Buat program-program padat karya, yang bisa menyerap tenaga kerja. Paling tidak bisa sebagai pengaman sosial,” ucapnya.

Kalau selama dua tahun ke depan Pemprov Jateng serius bekerja, Andreas meyakini pencapaian target yang telah ditentukan bisa berhasil asalkan dilakukan dengan sungguh-sungguh. “Yang penting tunjukan kinerja dan hasil secara optimal. Urusan nanti akan maju lagi atau tidak, dipikir belakangan,” ujarnya. Sebab, kalau hasil kinerja kepemimpinan pasangan politikus yang diusung PDIP ini terlihat dan dirasakan oleh masyarakat, secara otomatis popularitas dan elektabilitasnya akan kembali meningkat apabila nanti mencalonkan lagi dalam pemilihan gubernur.

Sebaliknya, apabila kinerjanya dinilai gagal oleh masyarakat, juga akan berpengaruh pada kemerosotan popularitas dan elektabilitas. Anggota Komisi B DPRD Jateng Achsin Maruf menilai, selama tiga tahun duet Ganjar-Heru menakhodai provinsi ini, ada beberapa urusan yang sudah berhasil, tapi ada juga yang masih gagal melakukan penanganannya.

“Ukurannya adalah capaian yang sudah ditargetkan dalam Perda RPJMD Provinsi Jateng 2013- 2018,” ucapnya. Menurut politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Jateng ini, RPJMD merupakan janji gubernur kepada rakyat selama lima tahun karena isinya adalah program dan visi-misi yang disampaikan saat kampanye. Dalam Perda RPJMD sudah diamanahkan target capaian yang harus dipenuhi tiap tahun hingga lima tahun ke depan sejak dimulai kepemimpinannya.

Menurut Achsin, memang ada beberapa urusan yang sudah memenuhi target, seperti infrastruktur jalan, pengentasan pengangguran, dan lainnya. Meski demikian, dia menyayangkan target pengentasan kemiskinan di Jateng hingga tahun ketiga ini masih jauh dari target. Menurut wakil rakyat asal Kabupaten Semarang ini, urusan pengentasan kemiskinan ini perlu digenjot oleh pasangan Ganjar- Heru.

Data kemiskinan yang saat ini diklaim sudah ada nama dan alamatnya benar-benar diintervensi oleh pemerintah secara tepat sasaran. “Ini tergantung komitmen kepala daerahnya,” tandas Achsin. Achsin menyatakan indikator- indikator yang belum tercapai dalam RPJMD diharapkan dijadikan sebagai rambu-rambu untuk menyelesaikannya.

Tautan : http://economy.okezone.com

Kategori: