Pemprov Gandeng Unika : Penanganan Kemiskinan Diawali dari Semarang dan Kendal
Selasa, 2 Agustus 2016 | 15:43 WIB

WWS 02_08_2017 Pemprov Gandeng Unika

GUBERNURAN – Universitas Katolik Soegijapranata berharap, program pendampingan mahasiswa kepada Usaha  Mikro Kecil Menengah (UMKM) melalui Kuliah Kerja Usaha (KKU), menjadi gerakan yang lebih sistematis, terstruktur, dan lebih masif dalam mengatasi kemiskinan di Provinsi Jateng.

"KKU ini hampir serupa dengan KKN, tapi lebih fokus pada pemberdayaan dan pendampingan kepada UMKM. Harapannya, dengan pendampingan tersebut perekonomian masyarakat akan lebih meningkat, sehingga mampu mengatasi kemiskinan yang ada," papar Rektor Unika Prof Y Budi Widianarko, di sela penandatanganan kerja sama bidang penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan melalui kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, di Gedung Ghradika Bakti Praja, Jalan Pahlawan, Semarang, Senin (1 /8).

Dalam kerja sama tersebut, Unika bergandengan dengan Provinsi Jateng, Kota Semarang dan Kabupaten Kendal. Melalui penandatanganan kesepakatan tersebut, diharapkan terwujud sinergitas kepentingan bersama dalam meningkatkan penyelenggaraan pembangunan daerah.

Selain itu, lebih mengoptimalkan dan mengembangkan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pemanfaatan database dan mapping kemiskinan Provinsi Jawa Tengah, khususnya di Kota Semarang dan Kabupaten Kendal.

"Ruang lingkupnya meliputi kegiatan pendidikan, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat dalam bidang kesehatan, pekerjaan umum, sosial, ekonomi dan budaya, pertanian, serta kebudayaan dan pariwisata," lanjut Rektor.

■ Seluruh Pihak
Asisten III Sekda Pemprov Jateng Drs Budi Wibowo menambahkan, penanganan kemiskinan tidak akan berhasil, jika hanya dilakukan pemerintah karena diperlukan penanganan secara serius, terintegrasi, terpadu, dan berkelanjutan. "Diperlukan kerja sama dan komitmen seluruh pihak, termasuk perguruan tinggi. Selama ini, peran mereka dalam membangun masyarakat sudah ada melalui berbagai kegiatan, termasuk KKN. Namun kini program-program itu mulai disi nergikan dengan pemerintah agar hasilnya dapat lebih terlihat," terangnya.

Pada tahap awal, imbuhnya, kerja sama difokuskan di Kota Semarang dan Kabupaten Kendal. Namun ke depan diharapkan kerja sama serupa cakupannya semakin meluas ke seluruh wilayah Jawa Tengah dengan berbagai perguruan tinggi yang ada.

Apalagi, tambahnya lagi, tingkat kemiskinan di Jateng masih 14%. Ada 15 Kabupaten di Jateng yang masih berada di zona merah untuk masalah kemiskinan, yaitu Blora, Grobogan, Cilacap, Purworejo, Klaten, Demak, Sragen, Banyumas, Banjarnegara, Pemalang, Purbalingga, Brebes, Rembang, Kebumen dan Wonosobo. (Wawasan, 2 Agustus 2016, hal. 20)

Kategori: