Padukan Pentas Musik dan Wisata Kuliner
Selasa, 30 Agustus 2016 | 14:19 WIB

SM 29_08_2016 Padukan Pentas Musik dan Wisata KulinerDies Natalis FBS Unika di Gubernuran

Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unika Soegijapranata menggelar pentas musik bertajuk ”Flarty in Collaboration with Claw Project” dalam rangkaian kegiatan dies natalis tahun 2016 di halaman kantor gubernuran, Sabtu (27/9). Kegiatan ini terasa spesial karena baru pertama kalinya digelar diluar kampus.

Adapun, konsepnya  memadukan pentas musik dengan wisata kuliner dengan diikuti 24 peserta bazar makanan.

Dekan FBS Unika Soegijapranata, Angelika Riyandari mengatakan, ide pementasan di kantor gubernuran itu dari mahasiswa sendiri. ”Mereka ingin menjangkau masyarakat luas, biasanya acara seperti ini digelar di kampus. Perpaduan pentas musik dan bazar makanan ini sekaligus juga untuk mengaplikasikan pembelajaran perkuliahan entrepreneur, ada mahasiswa yang mengikuti bazar itu,” kata Angelika usai membuka acara pentas musik di gubernuran tersebut.

Menjadi Magnet
Penampilan band indie Matajiwa dan Serempet Gudal menjadi magnet dalam pementasan yang disaksikan ratusan penonton. Bazar makanan sendiri berlangsung mulai jam 13.00- 22.00.

Berbagai macam makanan olahan ditampikan seperti Siomay Bandung, Pisang Nugget, Ayam Geprek, dan Bakso Suroboyo. Begitu pintu masuk dibuka untuk umum, pengunjung berbondong-bondong masuk ke kantor Gubernur Jateng tersebut.

Beberapa di antara mereka ada yang sekadar mampir di tempat kuliner, banyak juga yang menyaksikan pertunjukan musik. Even ini juga dimeriahkan parade vespa dari komunitas asal Semarang.

Ketua Panitia Pentas Musik, Antonius Joko mengatakan, pentas musik mengusung tema indie punya kreasi. Dipilih Matajiwa dan Serempet Gudal karena sudah cukup terkenal di kalangan pecinta musik asal Semarang.

”Lokasinya di kantor gubernuran cukup strategis, apalagi malam minggu biasanya ramai anak muda yang nongkrong. Di sini (kantor gubernuran- ),  kami ingin agar publik lebih tahu aktifitas dies natalis fakultas bahasa dan seni Unika,” tandasnya. (Suara Merdeka 29 Agustus 2016, hal. 18)

Kategori: