Mengasah Skill Debat Bersama FHK Unika
Selasa, 30 Agustus 2016 | 16:01 WIB

Debat FHKUntuk menciptakan lulusan terbaik sebagai salah satu Fakultas di Unika Soegijapranata. Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK) mengadakan kegiatan Lomba Debat antar Fakultas. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (26/7) di ruang 107 A, gedung Antonius.

Kegiatan Debat ini tidak hanya sebagai kegiatan yang rutin. Melainkan ini menjadi salah satu sarana untuk melatih skill mahasiswa FHK, terutama terfokus pada mahasiswa Hukum, seperti penjelasan Dekan FHK B. Danang Setianto, SH., LLM, “Lomba debat ini melatih kecerdasan para mahasiswa untuk berpikir lebih cepat dan melatih sisi-sisi yang berbeda jadi kebenaran itu tidak hanya satu” jelasnya.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 8 kelompok dimana masing-masing kelompok berisi 3 orang. Sama seperti struktur debat bahasa inggris. Debat ini juga memiliki pola yang tidak jauh beda dengan peraturan yang ada di debat bahasa inggris.

Setiap anggota mempunyai tugas yang berbeda. Dibagi menjadi 3 jenis pembicara. Pembicara pertama memiliki tugas untuk memberikan penjelasan mengenai tema yang akan mereka bahas, pembicara kedua menjelaskan lebih rinci mengenai argumentasi mereka sebelumnya, dan memberikan jawaban atas sanggahan tim lawan (tim Pro atau Kontra) serta sekaligus mengajukan pertanyaan atas penjelasan tema yang dibahas tim lawan.

Tema yang dipakai dalam kegiatan debat ini ada 5 tema. Yang pertama ada ‘Perkawinan sesama jenis di Indonesia’, ‘BPJS sebagai asuransi kesehatan bagi masyarakat kecil’, ‘Pemilihan kepala daerah oleh DPRD’, ‘Penghapusan hukuman mati di Indonesia’. ‘Hukuman kebiri di Indonesia’.

Dari tema-tema tersebut jelas bukanlah hal baru bagi masyarakat Indonesia, karena sebagian dari tema memang diangkat dari keresahan sosial yang muncul akhir-akhir ini di Indonesia.

Juri dari kegiatan debat ini adalah dosen FHK Unika yaitu Petrus Soerjowinoto, SH.CN., M. Hum, Valentinus Suroto, SH., M. Hum, dan  Yuni Kusniati, SH., M. Hum.

Setelah berhasil menggugurkan tim tim yang bersaing akhirnya tersisa dua tim yang akan berdebat di babak grand final. Pada babak grand final ini tidak di laksanakan di 107A melainkan di selasar Antonius dengan diselingi musik dari UKM Musik FHK.

Kelompok yang berhasil masuk kedalam babak grandfinal adalah kelompok D dan Kelompok F, dan dimenangkan oleh kelompok F.

Kegiatan ini dinilai sangat bagus, terutama bagi para mahasiswa hukum, seperti yang disampaikan oleh Awang sebagai salah satu panitia debat ini, “Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat bagus untuk mengembangkan kemampuan dalam mempertahankan argumen dan juga pendalaman substansi materi” jelasnya. (R.JEFF)

Kategori: ,