Masyarakat Sebaiknya Sambut Tax Amnesty
Kamis, 25 Agustus 2016 | 12:41 WIB

KR 25_08_2016 Masyarakat Sebaiknya Sambut Tax AmnestyMasyarakat Indonesia mestinya bersyukur dan menyambut baik kebijakan tax amnesty (pengampunan pajak) yang digulirkan pemerintah. Lewat tax amnesty harta kekayaan yang sebelumnya tidak dilaporkan maka akan diampuni dan tidak akan diperkarakan. Juga bagi wajib pajak yang belum punya NPWP bisa segera mendapatkan NPWP, perorangan yang punya dana atau aset di luar negeri bisa melaporkannya.

Demikian salah satu poin diskusi dan workshop pajak yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Rabu (24/8). Diskusi menampilkan praktisi perpajakan Abdul Syukur SH MH dan Kaprodi Perpajakan FEB Unika Agnes Arie MC SE MSi BKP.

Dikatakan, yang bisa ikut tax amnesty di antaranya wajib pajak badan misal perusahaan, koperasi, orang pribadi, pengusaha dengan omset tertentu tidak lebih dari Rp 4,8 M, orang atau badan yang sekarang harusnya sudah kena pajak tetapi belum ber NPWP. ”Ini kesempatan bagus bagi wajib pajak yang misalnya†tahun terakhir kurang tertib melaporkan pajaknya atau ada harta yang belum dilaporkan sampai SPT tahun 2015. Tax amnesty dilaksanakan pemerintah sampai akhir tahun ini dilanjutkan sampai triwulan tahun depan Maret 2017,” ujar Abdul Syukur.

Menurut praktisi yang juga pengajar Unika Soegijapranata itu, meski tax amnesty sangat baik bagi pengusaha maupun perorangan tetapi kalau mau mengikuti tax amnesty sebaiknya tidak main-main. Misalnya ada 3 aset (seperti rumah) yang di SPT lalu tidak dimasukkan dan mengikuti tax amnesty hanya melaporkan 1 rumah saja, maka nantinya dendanya bagi 2 rumah lain yang tidak dilaporkan akan sangat tinggi karena menggunakan harga pasar saat diperiksa dan rumah yang tidak dilaporkan dianggap sebagai penghasilan (bukan sebagai aset lagi). Tujuan pemerintah agar masyarakat jujur dan mau melaporkan asetnya demi pembangunan negara lewat sektor pajak. Indonesia termasuk negara dengan penerimaan pajak kecil di dunia, sebagai salah satu penyebabnya ada yang menyebut masyarakat masih banyak yang kurang sadar pajak. (Kedaulatan Rakyat 25 Agustus 2016, hal. 18)

Kategori: