Mahasiswa Unika Ini Buat Game Dengan Sensor Gerak, Sudah Ada di Playstore
Rabu, 3 Agustus 2016 | 8:54 WIB
TRBJ 02_08_2016 Mahasiswa Unika Ini Buat Game Dengan Sensor Gerak, Sudah Ada di Playstore

Mahasiswa Unika memainkan game yang merka buat di laptop masing-masing

Program studi Game Technology Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata melaunching 13 game yang merupakan tugas akhir mahasiswa mereka di ruang seminar Gedung Mikael, Jalan Pawiyatan Luhur, Semarang, Selasa (2/8/2016).

Tiga belas game tersebut terbagi kedalam tiga golongan yakni game teknologi, game sosial budaya, dan game entrepreneur. “Namun dari tiga belas itu mereka hanya menggeluti dua golongan kebanyakan game edukasi sosial budaya, dan satu game teknologi,” terang dosen pengajar sekaligus Wakil Rektor 4 Dr Ridwan Sanjaya.

Ia menjelaskan, game entrepreneur adalah game yang mengikuti selera pasar, layak dijual dan membentuk badan hukum. Ridwan menjelaskan tahun ini memang belum ada yang memilih golongan tersebut, namun di tahu depan akan ada beberapa siswa.

“Tiga belas ini hari ini sudah ada di playstore yakni sepuluh buah, dua dimainkan di website, dan satu buah konsol game. Tujuan kami sebenarnya sederhana, selama ini Indonesia dipandang sebagai konsumen game, hari ini beberapa mahasiswa sudah berusaha memaparkan dan mengubah pandangan tersebut,” terang Ridwan lebih lanjut.

Salah satu game yang berbeda dari golongan teknologi memang cukup menyita perhatian puluhan pengunjung hari itu. Game dengan nama Crows Adventure tersebut sebenarnya cukup sederhana dimainkan. Kita hanya berlaku sebagai gagak yang terbang menghindari lawan dan menangkap mangsa.

Yang membuat berbeda adalah bagaima kita menerbangkan gagak tersebut. Ponsel kita harus diangkat ke atas jika ingin gagak terbang tinggi dan ke bawah jika ingin terbang rendah. “Dengan begitu kami ingin mengajak para pemain juga bergerak bukan hanya duduk diam saat memainkan game,” terang pemrakarsa game, Gunawan Putra.

Game yang dimainkan menggunakan sensor gerak tersebut memang tidak semata-mata bisa dimainkan dengan ponsel saja. Untuk membuatnya membutuhkan konsol game berupa box berukuran sekitar 10x5x10 cm. Konsol tersebut berisi komputer Raspberry Pi yang dirakit Gunawan.

Tautan : http://jateng.tribunnews.com

Kategori: