Klaim Asuransi Pertanian Dipercepat
Kamis, 11 Agustus 2016 | 11:47 WIB

SM 11_08_2016 Klaim Asuransi Pertanian Dipercepat

SEMARANG – Program asuransi pertanian bakal mengalami percepatan dari sisi verifikasi klaim lahan yang mengalami puso atau gagal panen.

Verifikasi secara digital dengan basis data citra satelit menghemat waktu, tenaga dan anggaran. Sistem verifikasi manual perlu beberapa pekan, sedangkan verifikasi digital 10 hari.

Program tersebut merupakan hasil proyek G4INDO yang diprakarsai Pemerintah Belanda dengan mengandeng Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan); Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG); PT Asuransi Jasindo, serta Kementerian Pertanian. Hasil penelitian akan digunakan Jasindo, perusahaan yang menangani asuransi tanaman padi.

Abdul Sudiyanto, asisten tim peneliti mengatakan, fasilitas penginderaan itu membantu program pemerintah yang menargetkan satu juta hektare tanaman padi di Indonesia terjangkau oleh asuransi.

Program asuransi padi telah berjalan dua musim tanam, yakni Oktober 2015 sampai Maret 2016 serta April-September 2016. Petani di Jawa paling banyak mengikuti program itu.

"Jumlah kepesertaan terus bertambah, berarti program pemerintah diminati. Peningkatan perlu diimbangi dengan teknologi penginderaan lewat satelit yang akan membantu penanganan klaim asuransi padi lebih efektif dan efisien, baik waktu pengelolaan, tenaga yang dibutuhkan, maupun biaya yang harus dikeluarkan untuk menangani klaim," tutur dia dalam konferensi pers di Hotel Crown Plaza Jalan Pemuda, Semarang, kemarin.

Direspons
Selama musim tanam pertama, lanjut dia, 235 ribu hektare tanaman padi diikutkan asuransi, dan pada musim tanam kedua 300 ribu hektare. Tren peningkatan itu perlu direspons dengan pelayanan klaim yang cepat. Petugas survei tidak lagi mesti ke lapangan untuk verifikasi, tetapi cukup melihat tanaman dari citra satelit.

Ketua Tim Peneliti G4INDO Aart Schrevel menyebutkan resolusi penginderaan satelit mampu memperlihatkan tanaman padi dengan jarak sampai 10 meter. Pihaknya akan segera melatih pegawai Jasindo agar bisa membaca hasil penginderaan.

"Mungkin akhir Agustus ada pelatihan untuk pegawai. Penelitian sudah selesai dan hasilnya kami hibahkan kepada Jasindo," ungkap dia.

Penasihat senior tim peneliti Prof Budi Widianarko menyatakan program tersebut mendukung swasembada pangan. Pemerintah menyubsidi premi asuransi, sedangkan proyek G4INDO menghasilkan perangkat lunak untuk verifikasi agar prosesnya cepat. "Jadi, kalau ada sawah puso, petani bisa memperoleh ganti rugi. Mereka bisa membeli benih dan pupuk untuk musim tanam berikutnya," tandas Budi. (Suara Merdeka 11 Agustus 2016, hal. 6)

Kategori: