Kehebatan Bangunan Tradisional di Upacara Dies Natalis ke-35 Unika
Senin, 8 Agustus 2016 | 8:39 WIB
TRB 05_08_2016 Kehebatan Bangunan Tradisional di Upacara Dies Natalis ke-35 Unika

Rektor Unika Prof Budi Widianarko memberikan laporan tahunan dalam upacara peringatan Dies Natalis ke 34 Unika Soegijapranata, di Gedung Thomas Aquinas, Jumat (5/8).

Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata mengundang guru besar arsitektur Prof Josef Prijotomo untuk memberikan orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke 34, di Ruang Theater Thomas Aquinas, Jalan Pawiyatan Luhur, Semarang, Jumat (5/8/2016).

Dalam kesempatan tersebut guru besar kelahiran Malang itu menyampaikan materi dengan judul Kearifan Arsitektur Nusantara, ataukah Kejeniusan Arsitektur Nusantara.

“Intinya kami menyarankan sekolah arsitektur menyadari bahwa yang diajarkan bukan ilmu orang Indonesia, ilmu orang Indonesia justru belum ditumbuhkembangkan,” terang Prof Josef dalam sesi wawancara sebelum acara seremonial.

Ia mencontohkan misalnya penggunaan pondasi dalam bangunan di Indonesia, yang merupakan warisan teknologi dari Eropa dan Amerika. Menurutnya, nenek moyang Indonesia sudah memiliki warisan teknologi rumah panggung yang pondasinya tidak ditanam.

“Kenapa dipilih pondasi hanya ditaruh dan modelnya rata-rata rumah panggung karena mengetahui bahwa daerah kita rawan gempa, di daerah seperti ini rumah itu jauh lebih bisa bertahan,” bebernya lebih lanjut.

Oleh kareba itu ia memandang bahwa warisan arsitekturNusantara bukan hanya kearifan, namun kejeniusan nenek moyang. “Yang lebih memprihatinkan adalah pemahamanarsitektur Indonesia adalah yang berinduk pada Eropa dan Amerika Serikat,” pungkasnya.

Di lain sisi, Rektor Unika, Prof Budi Widianarko dalam sambutannya menyampaikan di usia ke 34 ini Unika mengalami pencapaian, peluang dan tantangan. “Selain penaikan pemeringkatan dimana masuk dalam 10 besar PTS terbaik se Indonesia, pencapaian lainnya adalah penyelenggaraan konferensi perguruan tinggi Katolik se Asia Tenggaran,” imbuhnya.

Sementara itu, Rektor juga menguraikan tantangan Unika yakni realisasi usulan program studi baru yakno S1 Kedokteran hingga Hubungan Internasional. Selain itu pembukaan kampus di BSB City juga menjadi tantangan lain.

Tautan : http://jateng.tribunnews.com

Kategori: