Game Technology Unika meluncurkan 13 game edukasi
Selasa, 16 Agustus 2016 | 8:26 WIB

IMG_0303Sebanyak 13 mahasiswa sebagai hasil dari tugas akhir. Ke-13 game ini diperkenalkan kepada publik pada Hari Selasa (2/8) bertempat di Gedung Mikael lantai 4. Ke 13 game yang diperkenalkan antara lain: Dorang (Dolan Semarang); Momoka (Monopoli Modern Kebudayaan); Game Sensor Raspberry Pi; Serbat (Serba-Serbi Tanaman Obat); Lahirnya Gatotkaca; Let’s Clean Up; Children Safety; Yummy Snack; The World of Gigi; Super Bagas; The Pets; Smart Puzzle; Si Nau. Tiga belas game ini sudah ada di playstore yakni sepuluh buah, dua dimainkan di website, dan satu buah konsol game.

Game diciptakan dengan latar belakang yang berbeda dan membawa misi tertentu dalam peluncurannya. Misalnya saja pada “Dorang”, berangkat dari sebuah penelitian  sebanyak 30 responden yang mewakili 34 provinsi di Indonesia, banyak dari mereka yang belum mengenal berbagai obyek wisata di wilayah Kota Semarang maupun Kabupaten Semarang, hal ini dikarenakan media promosi mengenai wisata di Semarang melalui bidang teknologi masih kurang. Seperti pada game “Lahirnya Gatotkaca” , yang berawal dari fenomena banyaknya teknologi yang dapat berguna menjadi sarana hiburan kemudian dipadukan dengan unsur budaya. Cerita lain datang dari game “Serbat” yang memadukan unsur teknologi dan pengetahuan ini berawal dari keprihatinan mengenai kurangnya pengetahuan anak-anak terhadap dunia obat. Fokus dalam dunia kesehatan juga ditunjukkan pada game yang berjudul “Yummy Snack” diawali dari fenomena banyaknya usia anak-anak yang mengkonsumsi jajanan tanpa memperhitungkan kemungkinan bahaya kuman yang terkandung didalamnya.

Dorang, game yang merupakan hasil karya Lidya Oktorina mengambil latar berbagai obyek wisata di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang. Game yang bergenre adventure dari 2 karakter Denok dan Kenang menjelajahi 10 stage yang mewakili wisata di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang. Cara bermainnya pun cukup menarik, karakter harus mengumpulkan koin dengan menghindari berbagai rintangan untuk menuju stage selanjutnya. Pada koin terdapat gambar beberapa kuliner khas Kota Semarang dan Kabupaten Semarang, setiap mengenai koin kemudian akan muncul informasi mengenai kuliner khas Kota Semarang dan Kabupaten Semarang.

Lahirnya Gatotkaca, game karya Leocadia Desy Pranatalisa ini mengambil kisah lahirnya salah satu tokoh  terkenal dalam perwayangan yaitu Gatotkaca. Dalam tampilan utamanya game ini menggunakan 2 tampilan yaitu versi klasik dan kontemporer. Dalam versi klasik, ditampilkan karakter wayang dalam bentuk wayang kulit, sedangkan versi kontemporer tokoh wayang ditampilkan dalam bentuk gambar animasi. Game diawali dari cerita Gatotkaca yang telah dibagi menjadi 6 stage disertai dengan cerita pengantar dan mini games. Di akhir setiap stage terdapat penyampaian pesan moral yang terkandung dari tiap stage tersebut.

Serbat, game karya  Yenni Oktyani Wijaya ini mengajak anak-anak untuk lebih mengenal dunia obat. Diawali dengan 2 menu utama yaitu koleksi dan racik. Baik koleksi dan racik mempunyai 15 level yang harus dilalui, tidak lupa dalam game ini terdapat herbpedia sebagai sarana untuk mengetahui serba-serbi tanaman obat. Dalam herbpedia, tersedia 55 tanaman obat dari yang sering ditemui sampai dengan yang langka. Pada gameplay koleksi, pemain harus melalui segala rintangan baik itu capung, cacing, laba-laba. Adapun pemain dapat menangkap lebah untuk meningkatkan kecepatan karakter ataupun siput untuk memperlambat karakter. Pada gameplay racik, pemain akan ditunjukkan sebuah resep obat dari tanaman obat kemudian pemain diminta untuk meraciknya sesuai resep.

Si Nau, berawal dari hasil penelitian yang menunjukkan kurang intensnya penggunaan Bahasa Jawa dalam aktivitas sehari-hari, membuat Irsye Surya Bagaskara tergerak membuat game ini. Diharapkan melalui game ini, anak-anak yang menjadi tujuan utama dapat mengerti dan memahami “unggah-ungguh” dalam Bahasa Jawa atau dalam Bahasa Indonesia berarti sopan santun. Game penggabungan 2 genre trivia dan adventure ini mempunyai 10 stage. Tiap stage menceritakan pemain diharuskan melewati berbagai rintangan dengan cara menjawab dengan benar pertanyaan pembelajaran Bahasa Jawa. (cal)

Kategori: ,