Game Children Safety, Cegah Kekerasan Seksual
Kamis, 4 Agustus 2016 | 12:21 WIB

JWP 04_08_2016 Game Children SafetySEMARANG – Tingginya angka kekerasan seksual terhadap anak, menginspirasi mahasiswa Universitas Ktratolik (Unika) Soegijapranata membuat game edukatif bernama Children Safety. Melahti game tersebut, diharapkan anak tidak menjadi korban kekerasan seksual.

Pencipta game Children Safety, Fajar As’ari mengatakan jika game tersebut dirancang sebagai media pembelajaran anak-anak agar bisa menjaga diri dan terhindar dari kekerasan seksual. Dalam game tersebut disisipkan unsur edukasi seksual yang tema dan materinya telah disesuaikan dengan usia anak-anak.

" Underwear rule menjadi landasan dari game ini meskipun beberapa sumber lain juga menjadi referensi pembuatan game Children Safety. Beberapa edukasi mulai dari bagian pribadi yang tidak boleh disentuh orang lain dikenalkan dalam game yarrg saya buat," kata Fajar usai acara Launching Game Gen-Y di aula gedung Mikael, Unika Semarang siang kemarin.

Materi lain yang disampaikan dalam game ini seperti pengenalan keluarga, membedakan perempuan dan laki-laki, serta tindakan saat anakberhadapan dengan orang asing maupun orang yang sudah dikenal. Melalui cerita, karakter utama Patra dan Atsi menstimulasikan tindakan yang harus diambil semisal diberi jajan, hadiah atau mainan oleh orang asing.

"Langkah yang dilakukan jika bagian pribadi anak disentuh juga dijelaskan, penjelasan tentang bagian tubuh mana saja yang merupakan bagian pribadi tidak lupa disampaikan dalam game ini” bebernya.

Sementara itu, Kepala Prodi Sistem Informasi dan Game Teknologi, Fakultas Ilmu Komputer Unika Soegijapranata, Brenda Chandrawati, menjelaskan jika ada 12 game lain yang bertemakan edukasi selain Children Safety, yakni Dolanan Semarang, mengenali kudapan sehat (yummy snack), bermain di dunia gigi (the world of gigi), kebersihan lingkungan (let’s clean up) dan lainnya adalah game yang dibuat sebagai syarat pembuatan skripsi. "Namun game ini punya standar, yakni karakter dan animasi serta memiliki tujuan edukasi kepada masyarakat terutama kalangan anak-anak " katanya. (Jawa Pos, 4 Agustus 2016, hal. 2)

Kategori: