Cegah Kekerasan Seksual Anak melalui Children Safety
Rabu, 3 Agustus 2016 | 14:20 WIB

WWS 03_08_2016 Cegah Kekerasan Seksual Anak melalui Children Safety

Kekerasan seksual pada anak masih kerap terjadi di Indonesia. Hal ini membawa keprihatinan tersendiri bagi masyarakat. Latar belakang tersebut mendorong Fajar As’ari, mahasiswa Prodi Game Technology Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang meluncurkan Children Safety, game edukasi untuk memberikan pemahaman kepada anak dalam mencegah kekerasan seksual.

“JIKA kita baca di media cetak, atau menonton berita di televisi, banyak sekali kekerasan seksual pada anak yang terjadi di Indonesia. Hal ini yang mendorong saya untuk menciptakan game tersebut,” paparnya, dalam peluncuran game edukasi masyarakat di Kampus Unika Bendan Dhuwur
Semarang, Selasa (2/8).

Diterangkan, game tersebut dirancang untuk mengajarkan anak tentang cara menjaga diri mereka, mulai dari edukasi mengenai bagian pribadi atau tubuh yang tidak boleh disentuh sembarangan, tindakan-tindakan saat bertemu orang asing maupun dikenal anak, hingga kewaspadaan tempat kekerasan seksual dapat terjadi. “Game ini juga menerangkan kapan waktunya bagian pribadi bisa disentuh, diikuti sentuhan yang aman pada anak,” lanjutnya.

Beberapa edukasi yang disampaikan dalam game ini mulai dari pengenalan keluarga, membedakan perempuan dan laki-laki, serta tindakan saat anak berhadapan dengan orang asing maupun orang yang sudah dikenal. Melalui cerita, karakter utama Patra dan Atsi, tindakan yang harus diambil semisal diberi jajan, hadiah atau mainan oleh orang asing akan disimulasikan.

■ Bagian
“Langkah yang dilakukan jika bagian pribadi anak disentuh juga dijelaskan, penjelasan tentang bagian tubuh mana saja yang merupakan bagian pribadi tidak lupa disampaikan dalam game ini,” lanjutnya.

Ditambahkannya, untuk menguatkan materi serta menyesuaikan karakter untuk anak, dirinya dibantu narasumber pendidikan seksualitas untuk anak dan remaja. “Harapannya, kesadaran anak bisa meningkat sehingga bisa mencegah kekerasan seksual,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, selain Children Safety, ada 12 game edukasi lain karya mahasiswa Unika yang diluncurkan diantaranya, Dorang (Solan Semarang), Monopoli Modern Kebudayaan (Momoko), Game dengan Sensor, Serba Serbi Tanaman Obat (Serbat), Lahirnya Gatotkaca, Kebersihan
Lingkungan (Lets Clean Up), Mengenali Kudapan Sehat (Yummy Snack), Bermain di Dunia Gigi (The World of Gigi), Manfaat Sayur dan Buah (Super Bagas), Mempelajari Hewan Peliharaan (The Pets), Belajar Mengeja dan Membaca Huruf (Smart Puzzle) dan Belajar Bahasa Jawa (Si Nau).

Tiga belas game tersebut terbagi kedalam tiga golongan yakni game teknologi, game sosial budaya, dan game entrepreneur.

“Namun dari tiga belas itu mereka hanya menggeluti dua golongan kebanyakan game edukasi sosial budaya, dan satu game teknologi,” terang Dosen Prodi Game Technology sekaligus Wakil Rektor IV Unika Dr Ridwan Sanjaya menuturkan, ke-13 game tersebut merupakan bagian dari
tugas akhir mahasiswa, yang terbagi kedalam tiga golongan yakni game teknologi, game sosial budaya, dan game entrepreneur.

“Dari tiga belas game ini, 10 diantaranya sudah ada android playstore, sementara dua dimainkan di website, dan satu buah konsol game. Tujuan kami sebenarnya sederhana, selama ini Indonesia dipandang sebagai konsumen game, hari ini beberapa mahasiswa sudah berusaha memaparkan dan mengubah pandangan tersebut. Selain itu, juga dengan berbagai game edukasi ini ada pembelajaran yang bisa disampaikan kepada masyarakat,” pungkasnya. (Wawasan 3 Agustus 2016, hal. 17, 19)

Kategori: