SOEGIJAZZ 2016: Warnai Jazz Kampus Kota Semarang
Rabu, 27 Juli 2016 | 14:24 WIB

INDRA KRONIKPagelaran Tahunan Unika Soegijazz “Sound of Collages” yang diikuti oleh masyarakat Kampus Ungu serta Masyarakat Umum yang bertempat di Sporthall Unika pada hari Senin (18/7) berhasil digelar dengan meriah. Mengundang band-band jazz dari berbagai kampus yang ada di Indonesia, mampu menghipnotis seluruh audience yang ikut menyaksikan Soegijazz 2016.

Band-band jazz yang turut memeriahkan acara Soegijazz ini diantaranya berasal dari Kampus UPH Jakarta dengan membawakan 3 lagu yang telah dikomposisi oleh mahasiswa dan dosen, selain itu Institut Musik Indonesia yang saat ini disebut dengan School of Creative melantunkan 3 lagu yang turut memberikan variasi musik di Soegijazz 2016. Tak kalah pula Universitas Negeri Semarang juga turut berpartisipasi dalam konser Soegijazz dengan membawakan 3 buah lagunya, serta Institut Seni Indonesia cabang Surakarta yang mampu membawakan 3 buah lagu yang semuanya hasil karya cipta mereka sendiri. Menyusul UKSW juga turut berpartisipasi dengan dua kelompok jazz bandnya, serta Unika Soegijapranata dengan  Soegi band turut pula membawakan 4 lagu yang dipadukan dengan kolaborasi bersama 2 drummer terkemuka di bidangnya.

Pada sesi berikutnya, disuguhkan penampilan penyanyi kondang Mus Mujiono yang mampu memikat seluruh pengunjung yang hadir disana. Alunan lagu yang ditembangkan oleh Mus Mujiono bersama Bank Jateng Band mampu membius suasana yang ada.  Dengan membawakan lagu-lagu yang sebelumnya pernah menjadi Hits pada eranya, seperti arti kehidupan, esok kan masih ada membawa seluruh penonton menuju nostalgia masa lalu dan membangkitkan kenangan indah.

Tak hanya penampilan dari kalangan dalam negeri saja yang terlibat dalam kegiatan Soegijazz ini, Drummer terkemuka di dunia, Israel Varela turut hadir meramaikan pentas jazz Unika tersebut. Ia tampil membawakan beberapa lagu dari albumnya serta berduet dengan istrinya. Pria asal Italia ini tampil apik membawakan instrumen drum dalam bentuk jazz, kepiawaiannya dalam menabuh drum juga menjadi pembelajaran bagi musisi lokal untuk belajar menjadi lebih baik lagi dan klinik musik menjadi sasaran Unika Soegijazz untuk mengembangkan talenta-talenta lokal dengan belajar kepada musisi senior, terlebih lagi belajar kepada drummer kelas Dunia, Israel Varela.

Turut tampil pula sebagai puncak dari keseluruhan kegiatan Soegijazz, Indra Lesmana yang membawakan konsep musik jazz dengan alat musik yang berbeda, yakni Keytar yang hampir serupa dengan gitar. Alat musik ini dipilih karena sebelumnya ayahnya yang juga musisi sangat Jago Maestro Gitar membuatnya ingin berbeda dengan ayahnya dengan membawakan keystar. Bersama dengan keytar trio, Indra memainkan beberapa lagu, salah satunya yang berjudul There Is No Greater Love yang mampu menggairahkan penikmat lantunan musik jazz.

Perkembangan Musik Jazz di Indonesia

Mus Mujiono mengaku sangat mengapresiasi terhadap kampus Unika Soegijapranata dengan diadakannya Unika Soegijazz. Menurutnya hal ini menumbuhkan talenta-talenta luar biasa yang dapat dikembangkan lebih oleh dunia pendidikan, dalam hal ini kampus.

“Kegiatan ini sangat positif sekali diadakan, mengingat sangat jarang dunia akademik mau mengangkat dunia seni kedalam dunia pendidikan. Mengingat talenta-talenta anak Indonesia semakin hari semakin berkembang ke arah yang lebih baik. Musik Jazz sudah digemari sejak awal tahun 2000an, dan ini sudah berkembang dari tahun ke tahun. Meskipun musik jazz penuh dengan permainan yang susah, tak menjadi halangan bagi musisi-musisi muda, karena juga peran sekolah musik yang saat ini sudah banyak. Musisi muda pada zaman ini juga memiliki skill serta pengetahuan yang bagus bahkan lebih mumpuni dari seniornya. Hal ini perlu dikembangkan lebih lagi agar talenta bermusik tidak hanya berhenti didunia luar saja, namun didalam kampus juga berkembang” tandasnya. (Ign)

Kategori: ,