Pemeriksaan Ketat, Kecelakaan Bus Ditekan
Rabu, 27 Juli 2016 | 14:34 WIB

Kompas 22_07_2016 Pemeriksaan Ketat, Kecelakaan Bis Ditekan

JAKARTA, KOMPAS — Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta mengklaim tidak ada kecelakaan lalu lintas pada bus yang berangkat dari terminal bus di Jakarta. Hal itu disebabkan karena pemeriksaan kondisi bus dan awak bus yang akan jalan.

"Yang berangkat dari terminal Jakarta benar-benar zero accident," ujar Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi Andri Yansyah di sela-sela acara sosialisasi dan pemberian penghargaan pelayanan di terminal se-Jabodetabek di Kantor Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, Jumat (22/7).

Sebanyak 50 persen bus angkutan Lebaran layak jalan. Hasil ini diperoleh dari pemeriksaan laik jalan bus atau ramp check di terminal keberangkatan bus.

Keandalan bus
Kepala BPTJ Elly Adriani Sinaga mengatakan, kendaraan yang berangkat dan tiba di terminal saat angkutan Lebaran harus dicek kelaikannya. "Kendaraan angkutan Lebaran harus prima," ujar Elly.

la mengatakan, pertama kali ramp check pada 6 Juni, hanya 10 persen kendaraan yang dinilai laik jalan. Pihaknya menegur dan meminta perbaikan segera dari perusahaan otobus mengenai kondisi armada. "Hasilnya terus
meningkat sehingga menjadi 50 persen," katanya.

Pemeriksaan kelayakan jalan itu membuat jumlah kecelakaan pada Lebaran tahun ini menurun. Terdapat tujuh indikator kelayakan jalan sebuah bus, yakni kaca, lampu, spedometer, sabuk pengaman, rem tangan, ban, dan wiper. Untuk ban, yang boleh divulkanisir hanya ban belakang.

Elly mengatakan, pihaknya akan kembali melakukan ramp check setiap empat bulan.

Dalam kesempatan itu, Elly memberikan penghargaan kepada tiga kepala terminal yang dinilai meningkatkan pelayanan selama angkutan Lebaran. Mereka ialah Kepala Terminal Bus Antarkota Antarprovinsi Kalideres Revi Zulkarnain, Kepala Terminal Bus Rawamangun Bastian, dan Kepala Bus Terminal Kampung Rambutan Emiral August.

Pengamat Transportasi Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno, mengatakan, poin penting dalam pembenahan transportasi ialah kenyamanan, keamanan, serta waktu jalan dan waktu tempuh yang pasti. "Armada angkutan harus diperiksa betul kelaikannya. Tak hanya itu, awaknya pun juga harus dalam kondisi prima," ujar Djoko.

BPTJ menargetkan, tahun 2029, angkutan umum mengangkut 60 persen warga Jabodetabek. Saat ini, angkutan umum hanya melayani 24 persen. (Kompas 23 Juli 2016, halaman 29)

Kategori: