Nostalgia Indra – Mus Mujiono
Rabu, 27 Juli 2016 | 10:21 WIB

WWS 20_07_2016 Nostalgia Indra - Mus Mujiono
Kehadiran musisi Mus Mujiono dalam Soegijazz 2016 yang digelar di kampus Unika Soegijapranata Bendan Dhuwur, Senin (18/7) malam, mampu menghadirkan nostalgia tersendiri bagi ribuan penonton. Tembang-tembang lawas seperti Arti Kehidupan hingga Esok Kan Masih Ada yang dipopulerkan oleh Utha Likumahuwa, dibawakan dengan apik.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo hingga Rektor Unika Prof Y Budi Widianarko, yang hadir pun tak luput ikut berdendang bersama para penonton. Terlebih saat lagu Arti Ke-hidupan disenandungkan, pe-nonton langsung bersorak saat Mus memetik gitar dan men-dendangkan intro lagu yang khas tersebut.

Pria 56 tahun itu bahkan sempat mengajak penonton bernyanyi bersama. Engkau bukan yang pertama tapi pasti yang terakhir, Di cintamu ku temui arti hidupku bunyi koor lagu yang menggema di Gedung Sports Hall malam itu.

"Musik jazz saat ini sangat berkembang, para anak muda juga antusias. Mereka juga didukung dengan skill yang mumpuni untuk memainkan musik jazz. Anak-anak saat ini lihat lebih dari apa yang saya lihat beberapa tahun lalu, baik dari skill maupun pengetahuan musiknya," kata Mus saat di atas panggung.

Sebelum Mus Mujiono tampil bersama Bank Jateng Band, band-band dari berbagai kampus sudah lebih dahulu menghangatkan penonton Soegijazz bertema "The Sound of College". Ada berbagai band kampus beraliran Jazz yang tampil di antaranya, dari UPH Jakarta, UKSW Salatiga, IMI Jakarta, ISI Surakarta hingga Unnes Semarang. Penampilan Soegi Band dari Unika Soegijapranata, sebagai tuan juga mencuri perhatian. Permainan saksofon dan terompet hingga drum tandem, mampu menghibur pengunjung yang datang menyaksikan.

■ Memukau
Giliran drumer internasional Israel Varela menyapa penonton. Dirinya berhasil menyatukan permainan kedalam komposisi yang dinamis dan kreatif, mencampurkan bentuk tradisional jazz dengan flamenco serta dibumbui ritme tradisional Meksiko. Ya, artis yang sekarang bermukim di Roma Italia tersebut berasal dari Tijuana Meksiko. Bersama keyboardist Yudi Barlean, keduanya memukau penonton dengan skill bermain musik yang diatas rata-rata.

Puncak Soegijazz 2016, ditutup dengan penampilan musisi jazz Indra Lesmana. Bersama grup barunya Keytar Trio yang digawangi Indra Dipta (bass akustik) dan Sandy Minarta (drum), mampu menghadirkan suguhan musik yang penuh instrumen.

"Inspirasi terbesar saya dalam bermusik adalah ayah saya, Jack Lesmana, dia sangat jago bermain gitar, karena tidak bisa menyamai akhirnya saya pilih keytar, begitu juga dengan lagu tadi," beber Indra Lesmana di sela-sela pertunjukannya.

Meski demikian Keytarnya ternyata mampu meraung layaknya sebuah guitar. Hal tersebut dipertontonkan saat membawakan tembang berjudul ‘There Is No Greater Love’ hingga ‘Raymond St Blues’. (Wawasan, Rabu  20 Juli 2016, hal. 20)

Kategori: