Indra Lesmana Kenang Sang Ayah Dalam Pentas Soegijazz 2016
Rabu, 20 Juli 2016 | 8:30 WIB
TRB 19_07_2016 Indra Lesmana Kenang Sang Ayah dalam Pentas Soegijazz 2016

Indra Lesmana meramaikan Soegijazz 2016 di Sportcenter Unika Soegijapranata, Senin (18/7/2016)

Musisi Jazz Indra Lesmana menghangatkan sports hall Unika Soegijapranata, Senin (18/7/2016) malam.

Ratusan orang yang sudah memadati venue sejak pukul 20.00 harus rela menunggu ayah dari Eva Celia tersebut hingga pukul 23.00, termasuk Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Meski ratusan penonton yang datang dari berbagai kalangan dari masyarakat umum, dosen hingga mahasiswa tidak merasa bosan karena disuguhi penampilan jazz yang atraktif. Soegiband, Mus Mujiono, musisi dari luar negeri I Varela, hingga ditutup oleh Indra Lesmana.

Mus mulai menghangatkan suasana saat penonton mulai penuh. Melalui lagu Arti Kehidupan penonton langsung bersorang saat mus memetik gitar dan mendendangkan intro lagu yang khas tersebut. Pria 56 tahun itu bahkan sempat mengajak penonton bernyanyi bersama.

“Engkau bukan yang pertama tapi pasti yang terakhir,” suara ratusan orang menggema di sportshall malam itu. Mus Mujiono membawakan empat lagu malam itu, ia pun menyelesaikan pentasnya dengan tepuk tangan riuh. Setelah itu I Varela, drummer asal Italia tak kalah berkesan.

Membawakan empat lagu, meski tidak banyak yang tahu namun penonton dibuat berdecak kagum dengan aksi drumer tersebut. Bersama keyboardist Yudi Barlean, keduanya memukai penonton dengan skill bermain musik yang diatas rata-rata.

Tepat pukul 23.00, Indra Lesmana kemudian mengambil alih panggung Soegijazz. Bersama grup barunya Keytar Trio yang digawangi pemuda berbakat yakni Indra Dipta di bas akustik dan Sandy Minarta dengan drum sudah cukup untuk membuat musikyang padat dengan instrumen.

Menampilkan musik-musik instruman, Indra Lesmana Keytar Trio membuat para penonton larut dalam instrumen musik mereka. Dalam lagu berjudul There Is No Greater Love misalnya, trio yang dibentuk di Bali tersebut membawa suasana broadway ke dalam sports hall.

“Inspirasi terbesar saya dalam bermusik adalah ayah saya, Jack Lesmana, dia sangat jago bermain gitar, karena tidak bisa menyamai akhirnya saya pilih keytar, begitu juga dengan lagu tadi,” beber Indra Lesmana di sela-sela pertunjukannya. Meski demikian Keytarnya ternyata mampu meraung layaknya sebuah guitar.

Hal itu ia pertunjukan dalam lagu Raymond St. Blues. Jika tidak melihat aksinya bahkan setiap orang akan mengira bahwa saat itu Indra Lesmana memainkan gitar. Suara lengkingan dan tarikan senar mampu dihadirkan dengan alat yang menyerupai keyboard yang di kalungkan layaknya gitar tersebut.

Seluruh rangkaian pertunjukan Soegijazz berakhir pada pukul 00.15, meski hingga dini hari, kerinduan penonton tampak terpuaskan dengan penampilan Indra Lesmana, Mus Mujiono hingga Israel Varella malam itu. (*)

Tautan : http://jateng.tribunnews.com

Kategori: