Djoko Minta Dibentuk Tim Investigasi Usut Kecelakaan BRT Trans Semarang
Senin, 25 Juli 2016 | 11:14 WIB

Kejadian kecelakaan di Kagok pada Minggu (17/7) silam dinilai merupakan akulumalasi buruknya kelola Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang. Menurut pakar transportasi dari Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, sudah banyak keluhan penumpang BRT Trans Semarang yang disampaikan melalui media sosial, media online maupun media media cetak.

Metrosemarang 21_07_2016 Djoko Minta Dibentuk Tim Investigasi Usut Kecelakaan BRT Trans Semarang

“Namun semua itu kurang mendapat tanggapan serius. Apalagi jika benar infonya jika uji laik kendaraan atau KIR ternyata sudah habis dan belum diperbahurui, berarti ada kelola manajemen yang salah dan pengawasan yang lemah,” kata dia, Kamis (21/7).

Djoko menyarankan untuk menurunkan tim investigasi agar diketahui pemetaan masalah sehingga dapat dicarikan solusinya. Manajemen diharuskan lebih profesional.

“Polisi tidak harus segan jika berhadapan dengan operator yang punya pengaruh cukup besar di Jawa Tengah. Penyidikan harus transparan demi kebaikan bersama,” tambahnya.

Dia juga mengimbau agar warga tidak trauma untuk naik BRT. Pemerintah Kota Semarang harus berani menjamin keselamatan dan keamanan serta kenyaman.

Dengan semakin membaiknya transportasi umum, Djoko yakin hal tersebut akan membantu tugas Polantas di lapangan dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Tautan : http://metrosemarang.com

Kategori: