Dedikasi untuk Ayah
Selasa, 26 Juli 2016 | 11:04 WIB

SM 20_07_2016 Dedikasi untuk Ayah

Soegijazz 2016 SEMARANG – Puncak acara Soegijazz 2016 di Kampus Universitas Katolik Soegijapranata, Senin (18/7) malam, menghadirkan pemusik jazz nasional Indra Lesmana.

Musik jazz yang dimainkan pria kelahiran Jakarta, 28 Maret 1966 ini, diaransemen secara trio. Dua pemusik asal Bali dengan kontrabass dan drum mengiringi Indra Lesmana yang memainkan keytar.

Perpaduan tiga pemusik jazz dengan irama dinamis membuat para penikmat Soegijazz yang sebagian besar anak muda itu asyik menikmati penampilan mereka. "Lama tidak ke jx, Semarang. Meskipun tadi sempat delay. Ini acara yang kedua ya. Keren," kata Indra menyambut para penonton.

Komposisi pertama yang dibawakan berjudul "Friday Cold". Karya Indra dalam album lama yang didaur ulang dalam komposisi trio. "Sebuah lagu yang ada di album lama. Konsep trio ini dari ayah. Inspirasi untuk ayah," tuturnya.

Ayah Indra Lesmana adalah tokoh musik Jazz Indonesia bernama Jack Lesmana atau Jack Lemmers. Pria kelahiran Banyuwangi, 18 Oktober 1930 itu meninggal di Jakarta pada 17 Juli 1988. Jack Lesmana dikenal sebagai pemain gitar andal.

"Inspirasi terbesar bagi saya bermain musik adalah ayah. Beliau sangat ahli bermain gitar. Karena saya tidak bisa memainkan gitar seperti ayah. Saya bermain keytar dengan sound yang sama dengan Jack Lesmana," ungkapnya.

Trio bernama Keytar Trio tersebut lalu membawakan sebuah komposisi musik jazz dengan judul "Mountain Pass". Menceritakan kebiasaan ayah Indra yang senang menghabiskan waktu di gunung saat mencari inspirasi berkarya.

"Berikutnya agak pelan. Lagu yang belum dirilis dan akan segera diluncurkan dalam album baru saya," jelasnya, diikuti memainkan musik dengan judul "I Could Heaven to You".

Soegijazz 2016 itu bertajuk The Sound of College". Konsep yang diusung ialah mendatangkan para pemusik dari kampus di berbagai kota di Indonesia, di antaranya pemusik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Institut Musik Indonesia (IMI) Jakarta, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, dan pemusik Unika Soegijapranata.

Melengkapi pentas itu, hadir pula pemain drum dari Italia, Israel Varela. Selain itu, pemusik jazz, Mus Mujiono turut tampil bersama Bank Jateng Band. la membawakan lagu lawas, seperti "Arti Kehidupan" dan "Nona Manis".

Konser jazz ini disiarkan langsung di akun Youtube http://bit.ly/unikasoegijazz. Informasi acara ini bisa diakses melalui Facebook dan Twitter @unikasoegijazz, serta laman www.unika.ac.id/unikasoegijazz. Dua tahun berturut-turut Soegijazz digelar bekerja sama dengan Suara Merdeka Group. Bagi Suara Merdeka, Soegijazz itu mendukung pengembangan Semarang City of Jazz. (Suara Merdeka 20 Juli 2016, hal. 28)

Kategori: