PERAN KONKRIT MAHUPA UNTUK GEREJA DAN MASYARAKAT
Jumat, 10 Juni 2016 | 17:17 WIB

mahupa kONGRES eKARISTIMahupa Fakultas Hukum dan Komunikasi, melakukan kegiatan pengabdian terhadap masyarakat dalam kegiatan Kongres Ekaristi Keuskupan ke III yang diadakan pada Sabtu-Minggu tanggal 3-5 Juni 2016.

Kegiatan ini berlangsung di desa Penadaran kecamatan Gubug dan  mengambil tema “Kamu harus memberi mereka makan” (Luk 9:13).

Tema tersebut memiliki makna suatu upaya bersama untuk mewujudkan Gereja KAS sebagai Gereja Papa Miskin, yang  memiliki upaya dalam  meningkatkan mutu kehidupan jemaat agar hidup sejahtera, bermartabat, beriman, dengan semangat kasih.

Disini Mahupa selain melakukan kegiatan pengabdian. Mahupa juga bertujuan untuk lebih mengenal budaya yang ada didalam kegiatan tersebut.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dua malam ini, berisikan berbagai macam kegiatan. Seperti halnya  di hari pertama dimulai dengan misa pembukaan dan perkenalan dari OMK se Jawa Tegah.

UKM Mahupa juga tak ketinggalan dalam kegiatan ini. Bentuk partisipasi Mahupa dalam acara ini adalah dengan mempersembahkan lagu dari band akustik yang beranggotakan anggota Mahupa dan juga dengan membaca puisi.

Puncak acara adalah hari Minggu (5/6) yang bertepatan dengan  “Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus” Acara puncak ini dilaksanakan di lapangan Goa Maria Sumberjati. Yang dimeriahkan dengan tarian Sufi, yaitu tarian khas yang cukup unik di daerah itu.

Kegiatan ini sangat meriah, karena terbukti dari pesertanya yang cukup fantastis. Terdiri dari 1500 perwakilan dari OMK Se Jawa Tengah. Turut hadir juga Bupati Grobogan Sri Sumarni dan juga Ketua DPRD kab. Grobogan Agus Siswanto, DANDIM 0717 Purwodadi  Letkol Arh Jan Piter Gurning, dan para pejabat pemda.

Kongres Ekaristi ke III ini mendapat apresiasi dari Bupati Grobongan sendiri. Hal ini terbukti dari sambutan pembukaan yang disampaikan pada acara tersebut.

“Desa Penadaran kecamatan Gubug adalah  desa yang kerukunan hidup antar umat beragamanya sangat terjaga dan kerukunan umat beragama di desa ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Seperti diketahui walaupun acara ini merupakan acara keagamaan umat katolik, namun umat muslim di desa ini juga ikut mengisi dan turut memeriahkan acara ini” tuturnya. (R.Jeff)

Kategori: ,