Mahasiswa Darmasiswa Unika Penuhi Ekspektasi
Jumat, 24 Juni 2016 | 12:21 WIB

SM 24_06_2016 Mahasiswa Darmasiswa Unika Penuhi EkspektasiMahasiswa Darmasiswa yang telah melakukan studi selama hampir satu tahun di Unika Soegijapranata, dianggap memenuhi ekspetasi dari staf pengajar yang mendampingi mereka. Para mahasiswa asing tersebut menurut Kepala International Office Unika Soegijapranata Ekawati Marhaeny Dukut, sangat aktif dan mempunyai berbagai macam aktivitas.

“Mereka sangat aktif dan mempunyai berbagai macam aktivitas, selain juga sangat serius melakukan semua tugas yang diberikan. Termasuk mini project yang disyaratkan sebagai bagian mengikuti program Darmasiswa,” kata wanita yang akrab disapa Eka di Gedung Mikael Unika Soegijapranata saat Closing And Farewell Dinner Program Darmasiswa RI.

Mini project yang mereka buat sesuai dengan latar belakang disiplin ilmu masing-masing sambung Eka tetapi tidak keluar tentang Jamu. Sebastian dan Yuri masih kata dia, misalnya membuat mini project tentang Jamu dari sudut pandang hukum. “Kumpulan mini project mereka akan kami kumpulkan dan dijadikan buku, memang ada beberapa yang sudah tapi ada juga yang belum,” tuturnya.

Program tahun depan masih mengenai jamu karena merupakan satu unggulan dari Unika Soegijapranata. Sedangkan universitas lainnya, unggulannya Bahasa Indonesia dan ada pula yang mengunggulkan seni serta budaya. “Tahun depan masih jamu tapi agak berbeda karena ada mahasiswa yang ingin kuliner dan pariwisata,” tambahnya.

Sebastian seorang Darmasiswa yang belajar mengenai Jamu di Unika Soegijapranata mengaku, sangat tertarik dengan Bahasa Indonesia dan orang-orangnya. Menurutnya orang Indonesia sangat baik, ramah dan menarik.

“Saya tidak pernah melihat orang Indonesia berdebat dan berkelahi di jalanan selama 10 bulan tinggal di Semarang. Berbeda dengan di Papua New Guinea negara asal saya di mana hampir setiap hari berkelahi dan berdebat di jalanan, begitu pula di negara antara lain Australia dan Fiji,” paparnya.

Menurutnya di negaranya, ada berbagai macam flora dan fauna sangat beraneka ragam tetapi kurang pengetahuan untuk memanfaatkannya. Di Indonesia sama dengan di Papua New Guinea tetapi mempunyai pengetahuan untuk digunakan menjadi lebih berguna termasuk Jamu.

Sementara Wakil Rektor Bidang Kerjasama Dr Ridwan Sanjaya menyatakan, Darmasiswa kali ini sangat aktif, banyak proyek dan banyak aktifitas yang dapat dibagi dengan yang lain. Ia merasa, Darmasiswa kali ini sangat cepat dan tidak terasa sudah hampir 10 bulan.

Tautan : http://berita.suaramerdeka.com

Kategori: