KKU Unika Diharapkan Menjadi Gerakan Masif Atasi Kemiskinan
Rabu, 15 Juni 2016 | 7:55 WIB
SM 14_06_2016 KKU Unika Diharapkan Menjadi Gerakan Masif Atasi Kemiskinan

Rektor Unika Soegijapranata Prof Y Budi Widianarko menyaksikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memandatangani naskah kerjasama dan kesepahaman untuk pengentasan kemisikinan, peningkatan kualitas hidup dan tata kelola pembangunan berkelanjutan daerah di ruang Theater gedung Thomas Aquinas, Selasa (14/6)

Program pendampingan mahasiswa kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) melalui Kuliah Kerja Usaha (KKU) yang dipelopori oleh Unika Soegijapranata, diharapkan menjadi gerakan lebih sistematis, terstruktur dan lebih masif dalam mengatasi kemiskinan. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan, sejak awal memang ingin perguruan tinggi terlibat dalam pengentasan kemiskinan yang angkanya sangat tinggi. Terutama di Jawa Tengah dimana indeks kemiskinannya sangat tinggi dan lebih tinggi dibanding angka rata-rata secara nasional.

“Dengan cara seperti ini, ada harapan besar kita bisa menyelesaikan problem-problem kemiskinan secara substansial. Melibatkan banyak orang, bisa bersama-sama menyelesaikan persoalan kemiskinan,” kata Ganjar usai menandatangani naskah kesepahaman kerjasama dengan Unika Soegijapranata di ruang Theater gedung Thomas Aquinas, Selasa (14/6).

Perguruan tinggi mendampingi lanjutnya, pemerintah dan Bank Jateng mefasilitasi harapannya UMKM ini berkembang dengan baik. Bu Rahma misalnya, sambung Ganjar, dari modal Rp 500 ribu bisa untung Rp 50.000,- sampai Rp 100.000,- dan jika ditambaj modalnya kemungkinan kesejahteraannya meningkat.

Sementara itu Rektor Unika Soegijapranata Prof Y Budi Widianarko menyatakan, semangat Mgr Soegijapranata yang diabadikan dalam motto universitas “Talenta Pro Patria et Humanitate” (talenta terbaik dipersembahkan demi bangsa-negara serta kemanusiaan). Sehingga talenta-talenta dari Unika Soegijapranata ini bisa memberikan yang terbaik bagi bangsa dan kemanusiaan.

“Program KKU dan membawa ke dalam kampus adalah bagian dari menghadirkan realita dalam perguruan tinggi. Semakin gencar memaparkan realita tersebut dalam kampus. Maka mudah-mudahan lulusan perguruan tinggi akan semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat pada masa mendatang,” tuturnya.

Indonesia pada era ini menginginkan masyarakatnya berdaya, sambung Prof Budi. Pertemuan antara mahasiswa dengan pelaku UMKM dalam wadah pemberdayaan maka kedua-duanya akan berdaya. Mahasiswa bisa mengaplikasikan ilmunya sekaligus belajar kepada pelaku UMKM, demikian sebaliknya.

Tautan : http://berita.suaramerdeka.com

Kategori: