FBS Peringati Dies Natalis ke-18
Jumat, 24 Juni 2016 | 9:30 WIB

Dies FBSMemasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun 2016 ini, tentunya semua dituntut untuk maju ke arah yang lebih baik, salah satunya dengan meningkatkan kemampuan berbahasa inggris. Namun seringkali masih banyak yang alergi terhadap bahasa inggris karena  ada  anggapan bahwa bahasa inggris sulit untuk dipelajari. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, Fakultas Bahasa dan Seni mengemas kegiatan yang berhubungan dengan bahasa inggris melalui aneka perlombaan yang seru dan menyenangkan. Agenda kegiatan tersebut diantaranya poetry reading competition, writing competition, fun speech competition, serta lomba karaoke. Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa FBS sendiri yang bertempat di Selasar lantai 3 Gedung Henricus Constant B ini merupakan bagian dari Dies Natalis Fakultas Bahasa dan Seni yang ke-18.

Menurut Dekan Fakultas Bahasa dan Seni, Angelika Riyandari, Ph. D kegiatan ini diselenggarakan untuk memperingati Dies FBS ke-18. “Kami mengusung tema dalam Dies ini adalah English is Fun. Kami mengangkat tema ini karena masih ada pandangan dari sebagian masyarakat yang menganggap bahwa bahasa inggris itu menakutkan atau sulit dipelajari. Padahal seharusnya bahasa merupakan media komunikasi antar personal, maka sebenarnya tidak sulit mempelajarinya bahkan bisa menyenangkan. Berdasar alasan tersebut, maka kami mengadakan kegiatan ini supaya bahasa inggris menjadi hal yang menyenangkan dan mudah dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari” jelasnya.

Jenis Lomba

Dalam Fun Speech Competition ini, para peserta diminta untuk berpidato dengan tema bebas namun harus menggunakan bahasa inggris. Para peserta banyak memilih tema mengenai masa kecil mereka, lalu ada juga yang membahas tentang cita-cita, serta kegiatan sekitar kampus. Adapun kriteria yang menjadi pokok penilaian dalam Fun Speech Competition ini, yaitu ketepatan intonasi, pembentukan kosakata yang baik, penyampaian pidato yang jelas, kreativitas dari materi yang disampaikan.

Melalui ajang ini pula, diharapkan fakultas dapat menemukan bibit-bibit mahasiswa yang berpotensi untuk berprestasi dalam bidang pidato bahasa inggris serta menjadikan mahasiswa lebih kritis.

Sedangkan dalam writing competition, peserta yang berasal dari angkatan 2015, semua ditantang untuk membuat tulisan mengenai pengalaman mereka ketika sedang mengikuti kegiatan live in beberapa waktu yang lalu.

Pada poetry reading competition, yang menjadi indikator penilaian adalah ekspresi,  intonasi serta ketepatan dalam pronounciation dan  rima yang digunakan saat membaca puisi.

Pada Dies Natalis ke-18 ini, Angelika Riyandari, Ph. D mengemukakan harapannya tentang Fakultas yang dipimpinnya, “Di usia yang ke-18 ini, hampir sama seperti usia manusia yang beranjak menuju ke dewasa. Saya berharap Fakultas Bahasa dan Seni juga semakin matang dan tetap bersemangat dalam meningkatkan prestasi dan karya di masa yang akan datang” pungkasnya. (ign)

Kategori: ,