Demam Tahu Bulat Jadi Peluang dalam Industri Game Lokal
Senin, 13 Juni 2016 | 14:05 WIB

JWP 12_06_2016 Demam Tahu Bulat Jadi Peluang dalam Industri Game Lokal

"TAHU bulat.. digoreng.. di mo-bil… dadakan.. limaratusan…" Siapa yang tidak mengenal suara tersebut? Suara penjual tahu bulat yang menjajakan dagangannya menggunakan mobil pikap keliling dengan senjata lengkap berupa penggorengan dengan tenda birunya yang saat ini sedang marak menjadi bahan perbincangan di masyarakat. Kini fenomena tahu bulat telah menjadi sebuah permainan dalam urutan teratas di Google Play Store.

Setelah sukses memperkenalkan ekstrak kulit manggis melalui game "MbakTin Ekstrak Kulit Manggis" dan meluncurkan permainan  "Sakitnya Dimana: Sakitnya Tuh Disini" dari developer game lokal buatan Amagine Interactive, kini muncul kembali permainan yang menggemparkan tanah air.

Berawal dari banyaknya penjual tahu bulat yang ada di Kota Bandung dan memperoleh ide game dari salah satu karakter yang terdapat di Meme dalam Ghosty’s Comic bernama Sultan, di mana Sultan tersebut merupakan seorang pembeli yang memiliki karakter khas. Developer lokal yang berasal dari Kota Bandung bernama Own Games akhirnya merilis sebuah game bernama "Tahu Bulat”.

Seperti tahu bulat yang digoreng dadakan, demikian juga pembuatan game ini yang dibuat dadakan di dalam booth pameran dalam ajang Pasar Komik Bandung 7-8 Mei 2016 lalu dan dipamerkan dalam versi Beta. Namun karena banyak masyarakat yang memberi tanggapan positif, akhirnya permainan ini terus dikembangkan hingga pada 14 Mei 2016 "Tahu Bulat" sudah bisa diunduh melalui Google Play Store.

Permainan yang termasuk dalam kategori game clicker ini, merupakan sebuah permainan sederhana, di mana player hanya perlu mengetuk layar untuk menjadi sebuah pengelola usaha tahu. Meski dibilang cukup sederhana, namun pemain harus tetap memperhatikan setiap item yang ada dalam permainan untuk meningkatkan hasil penjualan.

Di dalam game Tahu Bulat terdapat sistem leaderboard dan sistem waktu. Sistem leaderboard berfungsi untuk upgrade item dan mengatur strategi penjualan tahu, dengan mempertimbangkan beberapa aspek yang ada dalam item game agar bisa membuat penjualan semakin meningkat.

Sedangkan sistem waktu berfungsi untuk mengetahui perhitungan waktu mundur ketika pemain mendapatkan bonus pendapatan penjualan dan ketika pemain keluar dari permainan, waktu tersebut akan tetap berjalan sehingga pemain akan tetap mendapatkan uang dari pembeli yang datang setiap sepersekian detik.

Berikut adalah item yang dapat di-upgrade untuk meningkatkan penjualan tahu: Mobil (speaker, dapur, tenda, mobil, pelang, pendingin, dan tv), Resep (tahu, telur, minyak, terigu, bumbu, keju, sans BBQ, dan cengek), Promo (brosur, poster, iklan sosmed, tabloid banting, majalah waktu, dan webcomic), serta Barang (berbagai jenis jam dan tako).

Pesan Moral
Permainan yang bertujuan untuk menghibur ini ternyata tidak hanya semata – mata untuk menghibur, tetapi juga menyimpan beberapa pesan moral, yaitu:
Pertama, menjadi pedangang sukses, dalam permainan ini pemain diajarkan untuk bisa menjadi seorang pedagang yang sukses dengan memikirkan strategi penjualan yang ada, pemain dapat melakukan upgrade item sehingga ketika uang yang diperoleh bertambah, maka pemain akan mendapatkan achievements sesuai dengan pendapatan penjualannya.

Kedua, sabar. Pemain dianjurkan untuk bersabar dan tentu mengetuk layar untuk mendapatkan uang dari hasil penjualan. Semakin sering pemain mengetuk layar, maka jumlah pembeli yang datang akan bertambah dan uang yang diperoleh akan semakin banyak. Namun apa bila layar tidak diketuk, penjual masih tetap memperoleh untung secara otomatis dari hasil penjualan karena permainan ini menggunakan sistem waktu yang dapat mengatur datangnya pembeli setiap sepersekian detik.

Ketiga, jujur. Dalam permainan ini developer ternyata sudah memikirkan tingkat kecurangan yang ada, yakni jika pemain mengubah waktu permainannya, maka akan ada pemberitahuan kecurangan dan secara otomatis uang yang didapatkan akan berkurang secara drastis.

Sejak diluncurkan hingga saat ini, game Tahu Built sudah di-download oleh lebih dari 500 ribu orang dan menduduki peringkat pertama dalam kategori permainan gratis terpopuler yang mampu mengalahkan Clash Of Clans. Permainan yang memiliki sistem In App Purchases tersebut juga telah diperbarui hingga versi 3.0.1 dengan ukuran file yang cukup ringan, yakni hanya 12 Mb, dan masih terus akan dikembangkan hingga mampu menembus pasar global. Walaupun sama-sama mempromosikan makanan tahu bulat, namun ada sedikit perbedaan dalam lirik promosi penjualannya. Karena memang sedikit dimodifikasi oleh developer game tersebut, sehingga liriknya akan terdengar seperti ini, "Tahu bulat.. digoreng… di mobil.. dina.. ketel.. dadakan… gurih.. gurih.. nyooiii…" dengan backsound khas Sunda yang membuat permainan ini menjadi semakin menarik.

Pada awal mula permainan Tahu Bulat ini, player harus membuat akun dan setelah melakukan permainan hingga mendapatkan banyak uang, maka pemain dianjurkan untuk menyimpan data permainan ke dalam Cloud Save yang ada di menu yang bergambar awan dalam game tersebut. Ini agar ketika pemain ingin berpindah device data permainan (uang, item strategi penjualan, dan lain-lain) dapat tetap terbaca dalam permainan yang sama.

Penasaran dengan game Tahu Bulat yang memiliki rating 4.6 ini? Silahkan download permainan ini di Google Play Store. (*/aro) *(Jawa Pos Minggu 12 Juni 2016, hal. 4)

_______________________________________
Elisa Purnamasari
Penerima Beasiswa Unggulan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,
Game Technology
Unika Soegijapranata Semarang

<yosephine.elisaa@gmail.com>

Kategori: