Ajang Debat Digelar SDS Unika Dalam Event SWORD
Selasa, 14 Juni 2016 | 14:13 WIB

SDSSDS (Soegijapranata Debate Society) kali ini mengasah debating skills para mahasiswa Se-Jawa Tengah dengan mengadakan SWORD Debate And Workshop pada hari Jumat-sabtu (10-11/06). Berlokasi pada gedung Henricus Constant B.13.

Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini diikuti sekitar 11 perwakilan mahasiswa dari universitas-universitas yang ada di Jawa Tengah yang akan bersaing beradu argumen dengan menggunakan bahasa Inggris.

Di hari pertama, acara SWORD ini diawali dengan acara workshop dengan tema “How to Debate.” Yang selanjutnya,  didalam workshop ini para debater akan dilatih bagaimana cara berdebat yang baik, terutama  dengan menggunakan bahasa Inggris.

Acara workshop dibawakan oleh Aldy Pratama dan Haekal yang merupakan pembicara dalam workshop, yang memberikan materi seputar teori dalam debat.

Pada dasarnya debat dibagi menjadi dua kubu. Kubu pertama dinamakan Goverment (pro) dan tim Opposite (Kontra). Selanjutnya para speaker dari kedua kubu akan dibagi menjadi 3 speaker, 1st speaker. 2nd. speaker. dan 3rd speaker, ditambah speaker terakhir yang akan menyimpulkan hasil argumen mereka.

Dalam kegiatan workshop ini juga diadakan simulasi debat. Sedangkan tema debat yang dipakai adalah “THW Criminalise the Comsumtion by Pregnant women of substance known to be harmful to features.” Simulasi debate ini dibawakan oleh Sulistya, Gabe, Yoga sebagai tim Pro dan Jefri, Khrisna, Zaenal sebagai team kontra.

Acara yang diketuai oleh Bagus Ariyanto Sutikno mahasiswa Fakultas Teknologi Pangan ini, adalah  yang pertama kali menggunakan istilah “SWORD” untuk acara debat .

“Tujuan penyelenggaraan acara ini selain untuk mengembangkan UKM Debat Unika Soegijapranata (SDS),  juga  untuk merekatkan hubungan antar komunitas debat yang ada di Semarang maupun yang ada di seluruh universitas seJawa Tengah,  sekaligus  mempromosikan Unika ke Universitas lainnya.” tutur Bagus.

Bagus juga berharap agar acara sword ini tidak hanya sekali diadakan, namun bisa menjadi acara rutin yang berkelanjutan untuk tahun depan. Maka Bagus berharap agar ditahun 2017 yang akan datang acara SWORD dapat berlangsung kembali.

Di hari kedua, para peserta  beradu argumen dalam ajang debat untuk memperebutkan gelar juara. Hingga  akhirnya berhasil diperoleh hasil, untuk juara 1 diraih oleh Tim A Universitas Diponegoro, Juara 2  oleh  Tim Universitas Kristen Satya Wacana dan Juara 3 oleh Tim B Universitas Diponegoro.

“Harapannya, semoga acara SWORD dapat diselenggarakan lagi di tahun 2017 dan  lebih baik dari SWORD 2016. Selain itu, semoga UKM SDS dapat semakin berkembang  serta semakin dekat dan dikenal oleh UKM maupun komunitas Debat yang ada di Jawa Tengah maupun Indonesia” tandasnya. (R.Jeff)

Kategori: ,