Wujud Rasa Syukur dan Kedewasaan Paduan Suara Gratia
Jumat, 27 Mei 2016 | 15:41 WIB

SM 27_05_2016 Wujud Rasa Syukur dan Kedewasaan Paduan Suara GratiaSEMARANG, Pada usianya yang ke- 25 tahun Paduan Suara Gratia Unika Soegijapranata, mulai menjejak melangkah ke luar dengan mencicipi mencoba mengikuti kompetisi di luar negeri. Tonggak sejarah sekaligus sebagai ucapan rasa syukur sudah menginjak pada usia perak, mereka menggelar Konser ‘Melodi Gratia Untuk Indonesia.’

Pembina Paduan Suara Gratia Unika Soegijapranata Ferdinandus Hindiarto Spsi MSi menyatakan, pagelaran ini merupakan yang pertama kali diadakan oleh unit kegiatan mahasiswa (UKM) ini akan digelar di Ruang Auditorium Gedung Albertus Unika Soegijapranata. Pagelaran ini lanjutnya, juga merupakan tonggak Gratia mulai berkompetisi di luar negeri dan pada Agustus 2016 mendatang menjajal Singapore International Choir Festival (SICF).

“Pertama kali kami akan berkompetisi di luar negeri, ini merupakan sebuah kemajuan yang harus dicapai. Setelah merasa cukup banyak mencicipi lomba paduan suara di dalam negeri, sekarang waktunya kami keluar,” kata pria yang akrab disapa Ferdi saat menggelar jumpa pers menjelang konser di kampus Unika Soegijapranata, Kamis (26/5).

Mengenai tema ‘Melodi Gratia Untuk Indonesia’ sambungnya, berangkat dari motto Unika Soegijapranata ‘Talenta Pro Patria et Humanitate’ yang berarti Bakat Untuk Tanah Air dan Kemanusiaan. Konser ini masih kata dia, merupakan bentuk kecintaan dan kebanggaan kepada negeri yaitu Indonesia.

“Kecintaan dan kebanggaan kepada negeri bisa dibangun dengan berbagai cara, di antaranya dengan menyanyi. Selama konser kami akan menyuguhkan lagu-lagu perjuangan, kemerdekaan dan syukur atas kemerdekaan,” tuturnya.

Harapannya dengan menyuguhkan lagu-lagu seperti itu, pihaknya ingin membangun rasa bangga penonton terhadap Indonesia dengan diiringi oleh okestra dan dibantu narasi oleh seorang dalang yang merupakan mahasiswa Unika Soegijapranta. Menurutnya dalam konser yang menargetkan 500 penonton itu, tidak ada seorang master of ceremony (MC) dan sebagai gantinya seorang dalang yang akan memberi narasi.

“Dalang sebagai bentuk dari penghargaan kami terhadap budaya lokal sehingga konser ini nantinya akan mirip dan menyerupai sebuah operet. Kami juga tidak akan menjejer lagu tetapi diselingi dengan sambutan Rektor Unika Soegijapranata dan pemberian cendera mata bagi orang yang pernah melatih Paduan Suara Gratia,” papar Ferdi yang menyebut ada beberapa anggota DPR RI yang akan menyaksikan acara ini.

Tautan : http://berita.suaramerdeka.com

Kategori: