UU Desa, Dorong Kemandirian Masyarakat
Selasa, 31 Mei 2016 | 11:15 WIB

WWS 31_05_2016 UU Desa, Dorong Kemandirian MasyarakatSEMARANG – Anggota Komisi II DPR RI Budiman Sudjatmiko menegaskan musyawarah desa dalam membahas penggunaan Dana Desa lebih penting diban ding hasil penggunaannya. Hal tersebut mencerminkan proses demokrasi yang baik di tingkat desa.

“Setiap desa diberi kewenang an untuk menentukan penggunaan dana desa, seperti yang ter cantum dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Atas dasar tersebut maka masing-masing desa, bisa dipastikan penggunaannya berbeda, tergantung hasil musyawarah yang dilakukan,” paparnya dalam seminar ‘Pember dayaan Desa dalam Konteks Implementasi UU Desa” di kampus Unika Soegijapranta, Semarang, Senin (30/5).

Disampaikannya, dalam musyawarah desa tersebut akan didampingi perwakilan pemerin tah daerah kabupaten/kota agar lebih terarah dan tidak melanggar aturan. Di satu sisi, ditegaskan bahwa dengan terbitnya UU Desa tidak dimaksudkan un tuk memangkas pendapatan yang diterima kepala desa dan perangkatnya. Sebaliknya, justru melalui UU Desa mendorong kemandirian pemerintah desa beserta masyarakatnya untuk meningkatkan kesejahteraan secara mandiri.

“Justru dengan UU Desa ini, mereka didorong untuk berusaha menggali potensinya sendiri, tahu siapa dirinya, punya apa saja. Kemudian dibahas dan dikelola bersama, bisa dengan membentuk Badan Usaha Milik Desa sehingga nanti bisa men ja di pendapatan desa dan dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakatnya,” papar mantan Ketua Pansus RUU Desa ini.

Disampaikannya, UU Desa mengakui adanya kemajemukan dan keunikan desa. Undang-undang tersebut juga mengakui adanya desa adat selain desa pada umumnya. “Karena itu pembangunan ekonomi, sosi al dan budaya desa, bahkan
penataan struktur pemerintahannya harus memperhatikan ke unika dari masing-masing desa,” lanjutnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Obor Tani Jateng Budi Dharmawan, pendiri Qaryah Thayyibah Bahruddin dan Rektor Unika Soegijapranata Prof Dr Yohanes Budi Widianarko. (Wawasan, 31 Mei 2016, hal. 8)

Kategori: