Unika Perkecil Jarak Antara Kampus dan Masyarakat
Senin, 2 Mei 2016 | 11:50 WIB

SM 02_05_2016 Unika Perkecil Jarak Antara Kampus dan Masyarakat

SEMARANG – Memperkecil jarak antara kampus dan masyarakat harus menjadi perhatian kalangan akademik. Sebab, kampus tak boleh seperti menara gading yang setiap saat mencetak lulusan atau mengklaim atas banyak hasil riset, namun manfaatnya minim.

Pesan itu disampaikan Rektor Unika Soegijapranata Prof Dr Y Budi Widianarko saat memimpin upacara wisuda di Gedung Albertus, baru-baru ini.

”Untuk mereduksi jarak antara kegiatan kampus dan dunia yang lebih luas perlu dibuat terobosan. Kalau di Unika, kami menerapkan program sistemik yang  memungkinkan perjumpaan langsung civitas academica dengan masyarakat,” kata guru besar ilmu pangan itu di hadapan ratusan orang yang hadir.

Unika akhir pekan lalu melepas 337 wisudawan dari berbagai fakultas. Selain dari jenjang diploma, juga diluluskan S-1 dan S-2. Budi menjelaskan, untuk menghindari keterasingan kampus dengan masyarakat, banyak diciptakan program guna mendekatkan diri dengan berbagai pemangku kepentingan. Mereka misalnya membentuk kemah bakti, KKN, kuliah kerja usaha, tinggal bersama, dan belajar di masyarakat.

”Semua prodi bahkan merancang berbagai program ekskursi, kerja praktik, magang, serta internship demi perjumpaan dengan lingkungan profesional. Kami harus bisa berdekatan dengan industri, institusi pemerintah, lembaga penelitian, dan masyarakat dalam arti sesungguhnya, yakni rakyat kecil,” ungkapnya.

Perjumpaan nyata dengan beragam pemangku kepentingan juga menjadikan kampus terhindar dari keterasingan. Seleain itu, menghindari mencetak lulusan yang kurang kompeten, karena tidak dibekali apa pun dari dalam kampus. (H41-37) (SM 02_04_2016, hal. 22)

Kategori: