Unika Dengan De La Salle University Adakan Seminar: Children in Conflict
Jumat, 20 Mei 2016 | 10:26 WIB

Children ICSemakin maraknya kasus Bullying, Pelecehan Seksual dan KDRT yang berdampak kepada anak tampak sering terjadi di Indonesia dewasa ini. Kita sering mendengar dan membaca serta melihat pemberitaan di media cetak maupun online, tentang tindakan pelanggaran hukum orang dewasa terhadap anak-anak di beberapa daerah, tidak hanya daerah kota tetapi juga merambah sampai ke pelosok pedesaan. Fakultas Psikologi serta Fakultas Hukum dan Komunikasi Unika Soegijapranata Semarang yang bekerjasama dengan De La Salle University, Dasmarinas – Filipina mengadakan seminar umum dengan tema Children in Conflict with the law : Comparative Experiences between the Philippines and Indonesia, rabu (18/5) di ruang Theater, gedung Thomas Aquinas lantai 3, Unika Soegijapranata.

Dr. Margareta Sih Setija Utami, M.Kes., sebagai dekan Psikologi Unika, sangat menyambut baik penyelenggaraan seminar umum ini, karena permasalahan yang sedang dihadapi Indonesia saat ini selain kekerasan pada anak juga semakin banyaknya kasus anak terhadap hukum. “Kami terutama dari Fakultas Psikologi sangat memberikan perhatian terhadap seminar umum ini, dan berharap ada beberapa hal yang bisa kita dapatkan sebagai masukan berkaitan dengan kekerasan anak dan kasus hukum pada anak dewasa ini ” jelasnya

Turut hadir pula dalam acara seminar ini sebagai pembicara yaitu Ricardo Clores, M. Si dari De La Salle University, Dasmarinas, Filipina yang juga seorang pemerhati pada anak yang mempunyai permasalahan dengan kasus hukum di negaranya. Dalam seminar tersebut Ricardo menjelaskan, “Di universitas saya, ada wadah untuk penanganan bagi anak usia dini yang mengalami permasalahan dengan hukum, dan unsur kemiskinan merupakan salah satu penyebab kenapa terjadinya kekerasan, yang kedua adalah kesepian dalam dirinya, sebagai akibat kurangnya perhatian atau pengarahan oleh orang tua sejak kecil” tuturnya.

Sementara itu, Rika Saraswati, SH.Cn., M,Hum., Ph.D., dosen Fakultas Hukum Unika mengatakan “Di tahun 2015, dari kasus yang pernah terjadi, berdasarkan data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) menunjukan bahwa rata-rata 84% siswa pernah mengalami kekerasan disekolah, 75% siswa mengaku pernah melakukan kekerasan disekolah, 45% siswa laki-laki menyebutkan bahwa guru atau petugas sekolah adalah pelaku bullying” ujarnya.

Jika berbicara mengenai penanganan bagi para pelaku atau korban, dosen Fakultas Psikologi Unika, Kuriake Kharismawan, S.Psi., M.Psi., berpendapat bahwa “Hal yang sebenarnya  terjadi adalah semua pelaku menyatakan pernah menjadi korban pelecehan saat mereka kecil, penanganan yang tepat adalah kita harus mendalami kasus korban atau pelaku, lalu ada beberapa tahap agar si korban atau pelaku ini bisa membangun raport dengan pendamping, setelah itu akan ada suatu jalan keluar supaya dapat disembuhkan” tandasnya. (aj)

Kategori: ,