Unika Aplikasikan Adagium “Experiencing is Believing”
Selasa, 3 Mei 2016 | 8:02 WIB

Kopertis 6 03_05_2016 Unika Aplikasikan Adagium Experince is BelievingBendan dhuwur- Mereduksi “jarak” antara kegiatan kampus dan dunia yang lebih luas, Unika Soegijapranata Semarang secara sistematik telah mengembangkan berbagai program.

Menurut Rektor Unika Soegijapranata, Prof, Dr. Y. Budi Widianarko, pengembangan berbagai program dilakukan untuk merealisasikan perjumpaan langsung dengan masyarakat lokal universitas dengan mahasiswa dalam kegaitanArising the Grateful Winner (ATGW), kemah bakti, kuliah kerja nyata, kuliah kerja usaha, live in dan service learning.

“Pada prinsipnya semua program studi merancang berbagai program ekskursi, kerja praktek, magang, serta internship demi perjumpaan dengan lingkungan profesional, seperti industri, institusi pemerintah, lembaga penelitian dan sebagainya.” jelas rektor.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Budi dalam sambutannya usai melepas 337 wisudawan institusinya di kampus Unika Bendan Duwur, Sabtu 30 April 2016.

Lebih lanjut rektor menjelaskan, untuk perjumpaan dengan globalisasi, banyak dosen dan mahasiswa Unika Soegijapranata telah mengikuti programfaculty/student exchange/mobility ke berbagai universitas luar negeri. Begitu pula dengan kegiatan yang memungkinkan terjadinya perjumpaan antara mahasiswa dan dosen Unika Soegijapranata dengan sejawatnya dari berbagai negara, seperti seminar, konferensi, student camp, research camp dsb.

“Perjumpaan yang ditawarkan sebagian sudah berwatak perjumpaan jenis ketiga. Kini, adagium “seeing is believing” dianggap sudah tidak memadai lagi, sehingga harus diubah menjadi “Experiencing is Believing” tandasnya.

Prof. Budi menegaskan, perjumpaan yang dekat dan intens antara civitas akademika dengan masyarakat sekelilingnya adalah keniscayaan bagi universitas yang transformatif. Tanpa perjumpaan nyata dan dekat dengan masyarakatnya tidak mungkin universitas akan berperan dalam transformasi wilayah dan masyarakat penghuninya.”Tanpa menghadirkan perjumpaan dengan globalisasi, maka jangan berharap universitas ini mampu membekali lulusan berkiprah di aras mondial.” Kata rektor mengingatkan.

Tautan : http://kopertis6.or.id

Kategori: