Survei Membuktikan Pemudik Masih Suka Naik Sepeda Motor, Ini Datanya
Rabu, 25 Mei 2016 | 9:50 WIB

Foto IlustrasiSEMARANG- Pakar Transportasi Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno, memperkirakan pada mudik Lebaran 2016 mendatang, masih akan banyak pemudik naik sepeda motor menuju Jawa Tengah dibanding naik angkutan umum.

"Tidak mungkin dikurangi, hanya bisa dibatasi selama kebijakan pemerintah terhadap sepeda motor tidak ada perubahan," katanya, Minggu (22/5).

Ia mengungkapkan, mudik menggunakan sepeda motor masih dianggap lebih cepat (31,8 persen), murah (22,2 persen), irit (13,5 persen), santai (8,6 persen). Ini hasil survei potensi pemudik Lebaran 2016 yang diselenggarakan Puslitbang Jalan dan Perkeretaapian Bakitbang Kemenhub.

"Mungkin lantaran tidak harus berdesakan naik angkutan umum. Ongkos juga lebih murah," katanya.

Kemudian ketika di kampung halaman, kata Djoko, sepeda motormasih dapat dimanfaatkan untuk kunjungi keluarga dan kerabat. Masalahnya, transportasi di daerah juga buruk. Alternatif pilihansepeda motor menjadi lebih tepat buat warga kelas menengah ke bawah.

"Tapi harus diwaspadai, kematian juga ikut mengincar setiap saat. Faktor kelelahan juga bisa sebabkan pengemudi lengah dan berakibat fatal," katanya.

Padahal, perjalanan mudik dengan sepeda motor dari wilayah Jabodetabek ke daerah bisa lebih dari 10 jam. Rasa badan penat lantaran harus berkonsentrasi jaga keseimbangan tetap terjamin. Ditambah cuaca terik matahari maupun hujan.

Pemerintah pusat maupun Provinsi Jateng telah memprogramkan mudik gratis dari Jakarta ke sejumlah daerah. Baik lewat kereta api maupun bus. Untuk kereta api tahun ini ada peningkatan dibanding tahun lalu. Menurutnya, pemerintah perlu meningkatkan angkutan mudik gratis menggunakan kapal laut.

"Setidaknya untuk perjalanan jarak jauh dapat memangkas waktu perjalanan di jalan raya. Tidak harus 10 jam bisa maksimal 3-4 jam meski ke Jateng atau Jatim," katanya.

"Masih ada waktu untuk siapkan mudik gratis dengan kapal laut, jangan dihilangkan. Presiden dapat perintahkan Kemenkeu keluarkan anggaran itu ketimbang harus menggratiskan tol untuk pengguna mobil pribadi," sambungnya.

Namun bagi pengguna sepeda motor, Djoko mengimbau agar memperhatikan faktor keselamatan. Maksimal dua orang penumpang setiap satu sepeda motor. Anak-anak seharusnya dilarang dibawa mudik dengan sepeda motor. Polisi diminta untuk mulai melakukan pelarangan sejak sekarang. (*)

Tautan : http://jateng.tribunnews.com

Kategori: