Retret Lintas Campus Ministry – Heroisme Iman Mahasiswa
Selasa, 31 Mei 2016 | 12:03 WIB

logo retret CM 2016“Untuk menjadi pribadi yang siap diutus sebagai saksi iman di dunia modern saat ini, dibutuhkan heroisme iman dalam diri kaum muda atau mahasiswa. Para mahasiswa Katolik bukan hanya masa depan Gereja, tetapi menjadi pelaku sejarah Gereja masa kini”. Hal itu disampaikan Rama Yohanes Gunawan Pr, kepala Campus Ministry Unika Soegijapranata, dalam sesi perutusan Retret Lintas Campus Ministry di Griya Asisi Bandungan.

2016-05-31 10.55.20

Retret ini diikuti para mahasiswa dari Unika Soegijapranata, Akademi Analisis Kesehatan Theresiana, dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Retret ini digagas untuk membangun jejaring dan kerjasama sinergis dalam pendampingan kaum muda antar Campus Ministry di Keuskupan Agung Semarang. Unika Soegijapranata dipercaya menjadi panitia penyelenggaranya tahun ini. Sedangkan penyelenggara retret tahun lalu diampu oleh Atma Jaya Yogyakarta di Wisma Salam, Muntilan.

Rm Wahyu mengajak peserta untuk mengenali tipe kepribadian

Peserta berdinamika dalam retret sejak hari Jumat-Minggu, 27-29 Mei 2016. Retret yang mengolah tema “Heroisme Iman: Be Catholic Be Excellent” ini diawali dengan Misa Pembukaan yang dipimpin Rama Yohanes Gunawan Pr (Unika) dan Rama Paulus Tri Wahyu Pr (Atmajaya).

Rama Tri Wahyu mengungkapkan pentingnya para mahasiswa mengenal tipe kepribadiannya. Dari sana ia bisa memperjuangkan hidupnya dan cocoknya nanti bekerja sebagai apa. Untuk itu, dibutuhkan semangat militan, wani nggetih, dan tidak mudah mengeluh.

Dinamika Twin Bamboo  melatih kepercayaan dan cinta pada keluarga

Ditambahkannya, ada lima pilar iman dalam Gereja yang perlu dihidupi kaum muda, yaitu kesucian (liturgia), persekutuan (koinonia), pelayanan (diakonia), pewartaan (kerygma), dan kesaksian (martiria).

Dinamika melatih kejujuran dan kepedulianDalam rangka menggembleng mental dan daya tahan banting, peserta diajak bergerak meninggalkan zona nyaman di Griya Asisi menuju ke zona beresiko di bumi perkemahan. Mereka tidur di dalam tenda. Dan pada hari kedua, ada berbagai pelatihan dan pengolahan nilai kejujuran, ketaatan, kepedulian, cinta keluarga dan cinta Gereja. Hal ini dilakukan dengan model outbound dan pemaknaan setiap pos.

Pada malam terakhir peserta diajak merenungkan jalan salib Tuhan dan melakukan rekonsiliasi dengan diri sendiri, orangtua, masa lalu dan dengan Tuhan. Akhirnya, mereka diajak bersahabat dengan api. Caranya dengan berjalan di atas bara api dan api yang menyala. Semua berhasil melakukan hal itu.

Acara retret ditutup dengan misa di Griya Asisi yang dipimpin oleh Rama FX Sukendar Pr (Administrator Diosesan KAS) dan Rama Yohanes Gunawan Pr. Dalam homilinya, Rama Sukendar bangga dan salut dengan upaya yang dibuat Campus Ministry dengan retret bersama ini. Mengutip Paus Fransiskus, Rama Sukendar mengajak para mahasiswa untuk memiliki sukacita Injil dalam hidup. Gereja membutuhkan sukacita orang muda, semangat dan kreativitas orang muda yang khas. #

Kategori: