Rektor Unika: Civitas Akademika Jangan Bermental Turis
Senin, 2 Mei 2016 | 8:04 WIB

Rektor Unika Soegijapranata Prof Dr Y Budi Widianarko mewisuda diploma, sarjana dan pascasarjana di Gedung Albertus kampus setempat, Sabtu (30/4).(Suaramerdeka), SEMARANG – Universitas berusaha keras agar dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan lainnya bisa bertemu dengan dunia sekelilingnya yaitu, masyarakat. Tetapi, menurut Rektor Unika Soegijapranata Prof Dr Y Budi Widianarko, saat berjumpa dengan masyarakat, hendaknya civitas akademika tidak bermental turis.

“Bermental turis yaitu, datang hanya mengambil gambar dengan kamera dan kemudian pulang tanpa terlibat dalam masyarakat yang dijumpai. Perjumpaan dimaksud adalah yang dekat dan lekat, mewujudkan relevansi kegiatan di universitas dan dalam masyarakat,” kata Prof Budi sebelum memimpin Wisuda Diploma, Sarjana dan Pascasarjana Periode I di Gedung Albertus Unika Soegijapranata, Sabtu (30/4).

Ia menganalogikan perjumpaan antara civitas akademika dengan masyarakat sekitar dengan close encounter of the third kind (perjumpaan jenis ketiga). Istilah ini dia pinjam dari ilmu tentang UFO (unidentified flying object) yang dikemukakan oleh peneliti UFO J. Allen Hynek.

“Perjumpaan pertama adalah saat seorang secara visual melihat UFO dengan cukup jelas dari jarak 160 meter sedangkan kedua adalah adanya efek dan
jejak fisik menyertai kehadiran UFO. Ketiga adalah tidak hanya melihat pesawat dan merasakan efek serta jejaknya tetapi juga berjumpa dengan alien atau mahluk luar angkasa,” tuturnya.

Hal ini menurutnya relevan dengan apa yang telah dilakukan Unika Soegijapranata selama ini, melalui program Arising the Greatful Winner, kemah bakti, Kuliah Kerja Usaha (KKU), live in dan service learning. Model KKU yang dilaksanakan selama berkesinambungan, dapat mengangkat usaha kecil menjadi lebih baik dari sektor permodalan maupun pemasaran.

“Kami akui KKU tidak semuanya berhasil, ada juga yang tidak berhasil karena berbagai faktor. Model KKU kami yang seperti screening ini ternyata akan diadopsi oleh Bank Jateng dalam penyaluran program Kemitraan 25 dan 02 yang baru diluncurkan beberapa waktu lalu,” paparnya.

Pelaku usaha kecil, menurut Budi, kerapkali senang mendapat pinjaman, namun tidak semua dari mereka yang bisa menggunakan pinjaman itu dengan baik. Oleh karena itu Unika akan melakukan pendampingan terhadap pelaku usaha kecil dan mendapat pinjaman dari Bank Jateng sebesar Rp 2 juta dengan bunga 7 persen per tahun.

“Kami akan melakukan penandatanganan kerja sama dengan Bank Jateng,” tutup Dosen di Fakultas Teknik Pangan Unika Soegijapranata itu.

Tautan : http://berita.suaramerdeka.com

Kategori: