Prodi Teknik Sipil Hadirkan Pakar Transportasi Modern Di Unika
Kamis, 26 Mei 2016 | 16:57 WIB

IMG_7999Kereta Bandara Medan – Kuala Namu pada tahun 2013 lalu telah dibangun, dan menyusul berikutnya stasiun Kereta Bandara juga akan dibangun di Jakarta. Berkaitan dengan pembangunan Kereta Bandara di beberapa Bandara di Indonesia tersebut, maka Fakultas Teknik Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata mengadakan kuliah umum dengan tema “Seminar Kereta Bandara Integrasi Transportasi Modern” untuk mengkaji lebih jauh tentang Kereta Bandara dari pakar transportasi modern yaitu Heru Kuswanto sekaligus Direktur PT. Railink, pada hari Kamis (26/5) bertempat di ruang Theater,  gedung Thomas Aquinas lantai 3.

Ketua Program Studi Teknik Sipil, Daniel Hartanto, ST., MT., sangat menyambut baik penyelenggaraan seminar dan kuliah umum ini, “Pembangunan proyek Kereta Bandara di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) Jakarta, menjadi topik yang akan dibahas oleh Heru Kuswanto sebagai direktur PT. Railink, dan semoga dapat memberikan manfaat tambahan ilmu bagi mahasiswa selain pengetahuan yang di dapat secara akademis di kampus ” ujarnya.

Perlu diketahui, bahwa PT. Railink merupakan anak perusahaan dari PT. Kereta Api Indonesia dengan PT. Angkasa Pura II. PT. Railink juga menawarkan sebuah layanan transportasi yang baru kali pertama hadir di Indonesia, yakni Kereta Api Bandara.

Sebagai layanan transportasi khusus, Kereta Api Bandara ini memiliki fasilitas maupun layanan yang dapat menjadi standar baru dalam dunia perkeretaapian di Indonesia.

Dalam konsepnya Kereta Bandara ini akan melayani para penumpang Bandara Soetta langsung terhubung dengan transportasi kereta api sehingga penumpang dapat langsung menikmati layanan kereta api dalam satu area di bandara Soetta.

Mengacu pada Kereta Bandara yang telah beroperasi di Medan – Kuala Namu, Presiden Jokowi menargetkan tahun depan supaya PT. Railink dapat mengoperasikan Kereta Bandara  di Ibukota dengan rute ; Stasiun Manggarai – Stasiun Sudirman Baru – Stasiun Duri – Stasiun Ceper dan Soekarno Hata International Airport Station.

Ditanya mengenai perbedaan penggunaan lahan tanah untuk jalur perlintasan kereta di Indonesia dan Malaysia, Heru menyatakan, “Di Malaysia tanah yang dipakai adalah tanah milik kerajaan dan tidak membayar, di Indonesia tanahnya harus dari kami yang membayar, maka investasi yang kami keluarkan cukup banyak, itu baru tanah nya saja belum yang lainnya” ujar Heru.

“Menteri Perhubungan RI, Ignatius Jonan, memberi pesan kepada kami supaya mempunyai safety yang jauh lebih baik dari sebelumnya, oleh karena itu selain memberikan safety dalam perjalanan, kami juga memberikan fasilitas yang lebih lengkap, aman, nyaman dan sejuk  bagi para penumpang, pengantar maupun penjemput” tandasnya. (aj)

Kategori: ,