Perpustakaan Unika Maksimalkan Kualitas Layanan Lewat IT
Senin, 23 Mei 2016 | 15:03 WIB

IMG_7765Seminar nasional telah diselenggarakan oleh Perpustakaan Unika Soegijapranata pada hari Kamis (19/5), bertempat di ruang Theater, gedung Thomas Aquinas, Unika Soegijapranata. Seminar yang mengangkat tema “Kolaborasi Library 3.0 & E-Learning Dalam Mendukung Kualitas Pembelajaran” ini dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Unika Soegijapranata Dr. Augustina Sulastri, S.Psi., Psi.  dan mengundang pembicara dari praktisi IT yang pernah memimpin lembaga perpustakaan sebuah institusi pendidikan tinggi dan sekarang  menjadi Dosen di sebuah PTS di Jakarta, Dr. Onno W. Purbo.

Turut hadir pula sebagai pembicara Dr. Ridwan Sanjaya sebagai pakar IT Unika sekaligus sebagai Wakil Rektor IV bidang Kerjasama dan Pengembangan, serta Rikarda Ratih Saptaastuti, S.Sos sebagai Kepala Perpustakaan Unika Soegijapranata,.

Dalam materinya Dr. Ridwan Sanjaya yang berkesempatan mengawali Seminar sebagai pembicara pertama banyak mengulas tentang Sustaining Innovation : Library 3.0, yang merupakan   merupakan tranformasi lanjutan setelah konsep library 2.0. yaitu model perpustakaan yang dikenal sebelumnya yang memanfaatkan media web 2.0 dalam proses penyebaran informasi dan pencarian informasi.

“Pengguna perpustakaan akan mendapatkan manfaat dengan menggunakan Library 3.0. Manfaat tersebut antara lain : pengguna perpustakaan akan memiliki referensi yang tepat untuk karya ilmiahnya sehingga penulisannya akan menjadi baik dan benar, selain itu karya yang dihasilkan juga akurat, berkualitas, asli serta terhindar dari masalah etika yang berhubungan dengan plagiasi. Dengan demikian nantinya diharapkan, pengguna perpustakaan dalam hal ini mahasiswa yang telah lulus, akan mempunyai wawasan yang lebih baik, karena mereka tahu cara menulis yang baik dan memproduksi yang baik. Dengan demikian artinya, dengan menggunakan Library 3.0 perpustakaan tidak hanya berfungsi melayani peminjaman buku atau menggunakan teknologi dalam pelayanannya, tetapi juga berkontribusi untuk memberikan pengetahuan yang lebih baik melalui orang-orang yang dilayani sehingga mereka jadi punya wawasan dan merasa diuntungkan dengan hasil-hasil yang berkualitas dan bebas dari plagiasi” jelas Dr. Ridwan.IMG_7767

Lebih lanjut dikatakan oleh Ratih Saptaastuti sebagai pembicara berikutnya, “Pengadopsian Teknologi Library 3.0 yang dikolaborasikan dengan e-learning merupakan perwujudan salah satu misi yang diemban oleh Perpustakaan Unika Soegijapranata yaitu memacu pengembangan kepustakawanan dan kualitas layanan perpustakaan, dalam mewujudkan visi perpustakaan yaitu sebagai pusat informasi dan pusat kegiatan belajar civitas akademika,” tuturnya.

E-learning juga tidak berarti menggantikan proses pembelajaran tatap muka, melainkan justru mensupport dan mendukung supaya proses pembelajaran tatap muka menjadi optimal, “ tambahnya.

Dalam sesi puncak seminar, Dr. Onno menjelaskan tentang tips dan trik mengajar menggunakan moodle, “Ujian menggunakan web atau online kelebihannya tentu saja memakai server dan tidak memakai kertas jadi lebih hemat. Adanya perpustakaan digital sehinggga buku-buku bisa diletakkan di server sehingga para pengguna juga bisa download sesuai kebutuhan, selain itu juga ada seperti you tube untuk streaming audio dan video yang berisi pengetahuan atau macam-macam bidang keilmuan yang bisa diakses oleh pengguna perpustakaan untuk menambah khasanah ilmunya,”jelasnya.

IMG_7769“Keuntungan mahasiswa apabila menggunakan e-learning, tentu saja mahasiswa tersebut bisa mendapatkan ilmu pengetahuan tidak hanya pada saat kuliah tatap muka dengan dosen saja, tetapi juga bisa ditambah dengan video online, buku online sehingga waktu belajarnya tidak hanya 2 atau 3 jam sehari pada waktu kuliah, tetapi bisa dalam waktu 24 jam sehari, artinya tak terbatas waktu dan tempat. Dan yang paling menarik melalui e-learning ini mahasiswa juga bisa ujian berkali-kali dan tidak hanya 2 kali saja seperti umumnya ujian :  1 kali di UTS serta 1 kali lagi di UTA. Oleh karena itu diharapkan perguruan tinggi yang mempunyai e-learning bisa betul-betul memanfaatkan media e-learning ini semaksimal mungkin tidak hanya untuk formalitas saja” tandas Dr. Onno. (Fys)

Kategori: