Peran Orang Tua dalam Seksualitas Remaja
Jumat, 13 Mei 2016 | 16:27 WIB

Remaja & Seksualitas 2“Apa sih seksualitas itu?”

“Mengapa seks sering membuat seseorang ketagihan bahkan banyak terjadi penyalahgunaan?”

“Mengapa masyarakat menganggap tabu bahkan takut apabila ingin membicarakan seks di tempat publik?”

Mungkin itulah beberapa pertanyaan yang mungkin biasanya keluar dari benak kita apabila mendengar hal-hal yang berhubungan dengan hal seksualitas.

Pada kesempatan kali ini, Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata mengadakan workshop mengangkat tema “Pacaran dan Seksualitas Remaja” bertempat di Gedung Pusat Psikologi Terapan (PPT) lantai 3 pada hari Sabtu (30/4). Pemateri yang mengisi acara tersebut adalah Lita Widyo Hastuti, S.Psi., M.Si selaku dosen  Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata dan asisten pemateri Gabby.

Acara workshop ini banyak dihadiri oleh mahasiswi Fakultas Psikologi, baik S-1 maupun S-2 serta orangtua yang anaknya telah menginjak remaja.

Workshop yang diawali dengan pemutaran video ini, lebih banyak menjelaskan tentang pendidikan seks yang harus diberikan oleh orang tua pada anak mereka ketika memasuki masa pubertas, karena pada masa pubertas anak telah memiliki perkembangan baik dari segi fisik maupun psikis yang sangat pesat.

Orangtua lupa bahwa anak pada masa pubertas anak-anak telah memiliki perubahan pola pikir yang cepat sehingga sering terjadi sementara orangtua menganggap bahwa anaknya adalah harta yang sangat berharga yang harus benar-benar dijaga dari apapun, hal inilah yang menyebabkan banyak terjadi perbedaan prinsip pada orangtua dan para remaja contoh saja pada saat remaja sedang menyukai lawan jenis, orang yang pertama diberi tahu adalah temannya.

Seksualitas dan Tips Pendampingan Remaja oleh Orang Tua

Seksualitas sendiri memiliki arti dasar  dimana sesuatu yang meliputi berbagai aspek dalam hidup dalam bidang psikologis misalnya muncul rasa yang tidak bisa dikatakan ketika mulai menyukai lawan jenis.

Banyak dari para orangtua sendiri berpikir  ulang untuk membicarakan seks kepada anaknya, hal ini sendiri dikarenakan pada masa remaja, anak tersebut telah siap secara fisik akan tetapi secara mental belum siap dan kekhawatiran saat ini banyak informasi yang beredar tanpa terkontrol dan banyak dari informasi tersebut yang terkesan dilebih-lebihkan. Untuk itu bagi para orangtua, berikut adalah beberapa tips untuk menginformasikan mengenai seks kepada anaknya yang pertama, meyakini seks adalah positif dan bukan bahan tertawaan. Kedua, rangkul anak dan masuk ke dalam dunianya sebagai teman. Ketiga, hindari memaksa, menegur, memarahi, dan membuat malu anak. Keempat, memanfaatkan golden time karena dari pihak orangtua dan anaknya tidak mengerti kapan waktu yang pas untuk ngobrol mengenai seks misalnya saat ada tetangga yang melahirkan atau saat muncul berita di televisi mengenai hamil di luar nikah yang dapat menjadi golden moment tersebut. Kelima, ciptakan golden time golden time tersebut dapat diciptakan seperti meluangkan waktu dalam keluarga untuk jalan bersama, meluangkan waktu untuk para orangtua ngobrol santai dengan anaknya dan memberikan nasihat dan saran. (Cal)

Kategori: , ,